Kamis, Juni 20, 2024
BerandaBulelengKetut Budiasa Sukses Kelola Bank Sampah Sejak Tahun 2017

Ketut Budiasa Sukses Kelola Bank Sampah Sejak Tahun 2017

BULELENG, balipuspanews.com – Persoalan sampah seakan menjadi sebuah isu krusial yang mengancam keberlanjutan lingkungan dan kesehatan di masyarakat termasuk di Kabupaten Buleleng. Namun hal tersebut berusaha dipatahkan oleh seorang pria bernama Ketut Budiasa yang sukses sejak 2017 lalu mengembangkan Bank Sampah untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan dari sampah sehingga bisa bernilai ekonomi.

Pria yang juga bekerja sebagai penyuluh lingkungan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Buleleng ini menuturkan bahwa pada tahun 2017 dirinya mengembangkan Bank Sampah bernama Kaliber (Kalibukbuk Bersih) dengan sistem pengelolaan sampah anorganik bernilai ekonomi.

Awal dibentuknya Bank Sampah Kaliber ini mulanya hanya mengikuti sosialisasi tentang sampah yang disampaikan langsung Dinas Lingkungan Hidup, dimana baginya sampah merupakan masalah serius yang menjadi tanggungjawab bersama, oleh karena itu dirinya berupaya untuk membuat suatu terobosan dimana sampah yang selama ini terbuang percuma bisa menjadi nilai ekonomi yang tinggi.

Sehingga di tahun 2017 silam, pihaknya memberanikan diri mencoba mengubah mindset di masyarakat bahwa sampah juga memiliki nilai jual. Upaya yang dilakukan dengan program Bank Sampah yang selain bertujuan untuk mendapatkan uang juga dapat mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dengan memilah sampah di rumah.

BACA :  Idul Adha 1445 Hijriah, Kapolres Karangasem Serahkan Hewan Qurban

Tidak disangka olehnya, kehadiran Bank Sampah ini disambut hangat oleh warga Kalibukbuk Lovina. Banyak masyarakat yang menjadi nasabah di Bank Sampah miliknya, baik sebagai nasabah individu maupun nasabah kelompok. Masyarakat pun bisa mendapatkan beberapa keuntungan saat menjadi nasabah di Bank Sampah ini.

Diantaranya, hasil penukaran sampah bisa diambil dalam bentuk uang maupun tabungan. Tidak hanya tabungan berupa uang, program dari Bank Sampah Kaliber ini juga memiliki kegiatan belajar, menari dan megambel dengan menukarkannya dengan sejumlah sampah yang sudah disepakati jenisnya.

“Mekanismenya, hanya dengan menukarkan sampah, masyarakat sudah bisa mengikuti program belajar, di hari Sabtu dan Minggu,” imbuhnya.

Budiasa mengaku, sudah ada sekitar 85 anak yang mengikuti program belajar itu, karena secara tidak langsung istri dari Budiasa juga adalah seorang guru.

“Kebetulan istri saya adalah seorang guru, jadi dia lah yang mengajarkan anak-anak disini, selain itu terkadang juga ada mahasiswa yang ikut membantu,” sambungnya.

Dijelaskan secara detail peran pemerintah dalam mendukung program Bank Sampah miliknya, pihaknya menyampaikan rasa terimakasih atas dukungan yang diberikan perintah daerah, karena baginya pemerintah selalu melibatkan Bank Sampah miliknya di agenda festival yang di gelar oleh pemerintah. Dengan kolaborasi ini juga dapat saling menguntungkan, karena bisa mempromosikan karya seni berbahan sampah miliknya.

BACA :  Momen Idul Adha, Menko PMK Ajak Seluruh Pegawai Kemenko PMK Perkuat Silaturahmi

Disisi lain untuk pemerintah Program Bank Sampah ini telah memberikan kesejahteraan dalam perekonomian di masyarakat. Selain itu, Bank Sampah juga dapat mengurangi polusi dan pencemaran lingkungan karena sejatinya kesadaran diri sendirilah yang dapat menekan masalah sampah demi keberlangsungan hidup.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular