Kamis, Juni 20, 2024
BerandaDenpasarKisah Guide Rusia di Bali, Merambah Ingin Jadi Advokat Langka

Kisah Guide Rusia di Bali, Merambah Ingin Jadi Advokat Langka

DENPASAR, balipuspanews.com – Sektor pariwisata di Bali kembali menggeliat pasca pandemi Covid-19. Perkembangan sektor pariwisata di Pulau Dewata kian membuat banyak masyarakat kembali melirik, dan menemukan banyak celah untuk bisa ditekuni guna mendapatkan cuan.

Seperti yang dialami perempuan asal
Busungbiu, Buleleng, Ni Luh Purnami,47, menarik untuk dikupas sebagai motivasi bagi kaum hawa. Ibu dua anak ini, menekuni profesi sangat langka, yakni penerjemah (translator) bahasa Rusia.

Selain itu, Purnami juga aktif menjadi tour guide untuk tamu Rusia merangkap supir, pengajar bahasa Rusia sambil menjalankan usaha camilan tradisional yang ia geluti sejak Pandemi Covid-19 menerjang.

Kemampuannya menerjemahkan bahasa Rusia sangat diperlukan di kepolisian, terutama saat agenda Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang melibatkan warga negara Rusia di Bali. Bahkan, Purnami tercatat sebagai satu-satunya penerjemah bahasa Rusia teraktif di Pulau Dewata.

Tak banyak yang tahu, kemahirannya berbahasa Rusia berawal dari tekadnya membantu perekonomian keluarga. Selepas SMA, Purnami langsung menikah di usia 20 tahun. Tak lama berselang, dia melahirkan dua anak secara berdekatan. Perekonomian keluarga tergolong parah.

BACA :  Pj Bupati dan Pj Gubernur Panen Cabai Bersama, Singgung Soal Penanganan Inflasi

Penghasilan suaminya kala itu, kewalahan menopang kebutuhan keluarga. Sehingga munculah keinginannya untuk bekerja khususnya sebagai guide.

“Saya tidak mikir mau kerja apa yang penting menghasilkan. Tapi prioritas memang jadi guide,” kata Purnami ditemui di Denpasar, Rabu (4/9/2023).

Purnami terlebih dahulu menyeleksi wisatawan dari negara mana yang sekiranya tidak “long trip” saat berwisata, agar bisa membagi waktu mengurus anak-anaknya yang masih kecil di tempat kost kawasan Sanur.

Rusia menjadi pilihan. Lalu pada 2007 ia mulai kursus bahasa Rusia selama tiga bulan. Purnami hanya modal nekat di tengah keterbatasan, ia tidak punya motor, kamus dan handphone.

“Selama tiga bulan saya jalan kaki dari Sanur ke Batubulan,” kenangnya.

Namun, setelah selesai kursus, Purnami mengaku belum fasih berbahasa Rusia. Ia hanya hafal alphabet-nya saja. Rasa putus asa sempat menghinggapi hingga tercetus ide bekerja di hotel atau restoran yang ada tamu Rusia-nya.

Beruntung baginya bisa diterima di salah satu restoran di Sanur. Pelanggannya sebagian besar tamu Rusia. Demi mengejar impiannya, Purnami rela tidak digaji. Syaratnya, ia hanya bekerja saat ada tamu Rusia yang datang.

BACA :  Subamia Disebut Kandidat Kuat Calon Wakil Bupati, Ini Kata PDIP Klungkung

“Melalui praktik (komunikasi) langsung dengan bule Rusia, saya berhasil menguasai 75 persen bahasanya dalam satu bulan,” ujar wanita yang juga aktif berbahasa Inggris tersebut.

Sejak saat itulah, Purnami berhasil mengumpulkan pundi-pundi rupiah dari kemahirannya berbahasa Rusia hingga berhasil membeli hunian di Sanur. Tentu tak lepas dari dukungan suami.

Purnami mulai bekerja di travel agent sebagai guide. Bahkan tak jarang, ia merangkap supir. Para tamu pun relatif puas dengan pelayanannya yang berbasis kekeluargaan.

“Banyak tamu yang nawarin saya ke Rusia, tapi saya tolak karena takut ketinggian,” ucapnya tertawa.

Melihat besarnya potensi wisatawan asal Rusia yang datang ke Bali, Purnami bertekad menjadi seorang advokat khusus menangani warga negara Rusia yang tersandung persoalan hukum di Bali dan Indonesia pada umumnya.

Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswi semester III di Fakultas Hukum Universitas Ngurah Rai Denpasar.

“Ini mimpi besar saya,” kata pemegang lisensi resmi dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) ini.

Purnami melanjutkan, jumlah guide Rusia tergolong minim. Tercatat hanya 130 pemegang lisensi di Bali. Rasio itu tentu belum ideal dengan jumlah wisatawan. Apalagi akhir-akhir ini, banyak warga Rusia yang datang tidak berbekal uang memadai karena menghindari wajib militer di negaranya yang sedang berperang.

BACA :  Hadiri Ujian Kenaikan Tingkat, Bupati Gede Dana Sebut Karate Usia Dini Ciptakan Generasi Disiplin dan Berkarakter

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular