Polres Karangasem memediasi desa adat Jasri dengan desa adat Perasi yang bersitegang karena batas desa adat
Polres Karangasem memediasi desa adat Jasri dengan desa adat Perasi yang bersitegang karena batas desa adat

KARANGASEM, balipuspanews.com –
Desa adat Jasri dan desa adat Perasi, Karangasem bersitegang akibat tapal batas desa adat, Kamis (19/3/2020).
Ribuan massa dari kedua desa adat tersebut turun ke jalan, sebelum Polres Karangasem datang ke lokasi untuk memediasi kedua belah pihak.

Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini, memediasi Prajuru Desa Adat Jasri dan Prajuru Desa Adat Perasi di Mapolres Karangasem. Selain itu hadir pula Majelis Desa Pekraman Kabupaten Karangasem sebagai penengah.

Sebelum mediasi berlangsung, jajaran kepolisian sempat melakukan upaya penyekatan di lokasi perbatasan Banjar Sampyang yang merupakan perbatasan antara Desa Adat Jasri dan Desa Adat Perasi untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan.

Suasana mulai kondusif setelah pihak kepolisian bernegosiasi dengan tokoh dari kedua belah pihak untuk dimediasi di Polres Karangasem. Kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk mengikuti mediasi dan massa akhirnya membubarkan diri kembali ke Balai Masyarakat.

Dalam mediasi tersebut, sejumlah kesepakatan dibuat kedua belah pihak yang salah satunya menyangkut tapal batas dimana kedua belah pihak sepakat untuk mengikuti proses dan keputusan majelis Desa Adat Kabupaten Karangasem dan/atau majelis desa adat provinsi Bali.

Sementara itu, Kapolres Karangasem mengajak Prajuru dan warga untuk turut berperan aktif dalam menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah hukum Polres Karangasem. Apabila ada permasalahan menyangkut tapal batas antar desa agar diupayakan kordinasi dan komunikasi secara terus menerus dengan baik serta berikan kepercayaan kepada Kelian Adat, Bendesa, tokoh masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara bijak dan jangan melakukan tindakan yang melanggar hukum.

“ Apabila nantinya dalam proses mediasi ada indikasi ke ranah pidana dengan bukti yang cukup, agar segera melaporkan kepada pihak berwenang dalam hal ini kepolisian dan hindari adanya provokasi dari pihak – pihak tertentu baik melalui media masa yang dapat memecah belah persatuan antara Desa Adat,” jelas Kapolres Karangasem. (igs/bas)