Mediasi konflik tapal batas Jarsi- Perasi

KARANGASEM, balipuspanews.com-Bupati IGA Mas Sumatri menyatakan masalah tapal batas kedua wilayah yakni Desa Adat Jasri dan Desa Adat, Perasi, Karangasem berakhir damai.

“Kedua belah pihak sudah menandatangi kesepakatan,” kata Bupati Karangasem, IGA Mas Sumatri ketika dimintai keterangannya Jumat (20/3/2020) pagi.

Dalam kesepakatan itu, lanjut Bupati wanita pertama di timur Pulau Bali itu tertuang Desa adat Jasri dapat menggunakan rute atau jalan untuk prosesi Usabe Nini yang akan dilaksanakan mulai tanggal 21 Maret s.d 17 Mei dan pemasangan kelengkapan upakare (Penjor) dimana pemasangan itu tidak terkait dengan penentuan tapal batas wilayah Desa Adat.

Menyangkut wilayah Desa adat kedua belah pihak sepakat mengikuti proses dan keputusan MDA Kabupaten dan atau MDA Prov. Bali.

Selanjutnya kedua belah pihak Desa jasri dan Desa Perasi sepakat menerima keputusan MDA Kabupaten Karangasem dan atau MDA Provinsi Bali termasuk penghapusan segala tanda tanda oleh pihak lainnya, baik dilakukan sendiri maupun pihak lainya.

Kemudian pada hari Sabtu tanggal 21Maret 2020 pukul 18.30 akan dilaksanakan ngatag nyerit, sejak dilaksanakanya ngatag nyerit , seluruh umat hindu yang tinggal diwilayah desa adat Jasri tidak diperkenankan melaksanakan kegiatan meron busung (maturan canang / lekosan dan melaksanakan kegiatan Panca Yadnya) hingga hari selasa tanggal 24 maret 2020 pukul 08.00 wita.

“Kedua belah pihak menyepakati dan mematuhi nota kesepakatan ini dan tidak membuat hal hal yang dapat mengganggu kantibmas,apabila ada hal hal yang perlu dismpaikan agar langsung menghubungi kapolres Karangasem,” jelasnya.

Dengan disepakatinya perdamaian tersebut maka segala peristiwa yang terkait hukum agar diselesaikan dan/atau sepakat sama sama mencabut laporannya berdasarkan perdamaian ini.

Proses perdamaian ini ditandai dilanjutkan poto bersama.

Seperti diketahui sebelumnya pada hari Kamis (19/3/2020) pukul 14.30 Wita di Aula Dira Brata Polres Karangasem, Jl. Bhayangkara Kecamata atau Kabupaten Karangasem telah berlangsung mediasi antara warga masyarakat Desa. Adat Jasri dengan warga masyarakat Desa Adat Perasi Desa. Pertima Kecamatan Karangasem yang diikuti sekitar 30 orang dipimpin oleh Karo Ops Polda Bali Kombes Djoko Prihadi, SH didampingi Kapolres Karangasem AKBP Ni Nyoman Suartini, SIK.,M.M.,Tr dan Ketua MDA Kab. Karangasem/Wakil Bupati Karangasem I Wayan Artha Dipa, SH.,MH dalam rangka membahas tentang pencabutan Penjor, Ambu dan Spanduk kegiatan Usabe Nini warga Ds. Adat Jasri oleh warga Ds. Adat Perasi pada pukul 10.35 Wita. Saat ini kegiatan mediasi masih berlangsung.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut : Dir Intel Polda Bali Kombes Wahyu Suyitno. Dir Sabhara Polda Bali Kombes Drs. I Wayan Pinatih, M.M.,Wadansat Brimob Polda Bali AKBP Ardiyansah Daulay, S.I.K, M.H. Ketua MDA Kecamatan I Wayan Bagiartha, S. H.,Kapolsek Karangasem Kompol I Ketut Suartika Adnyana, S.H,Camat Karangasem Cokorde Alit Surya Prabawa, S.STP,Danramil Kota di wakili Peltu I Wayan Tegeh. Bendesa Adat Perasi I Nengah Suastika, S.H beserta 9 Orang,Bendesa Adat Jasri I Nyoman Mawi beserta 9 Orang. (Art/igs/BPN/tim)