Rabu, Juli 24, 2024
BerandaNasionalJakartaKLB Rabies di NTT, Pemerintah Diminta Vaksinasi Massal Hewan Penular Rabies

KLB Rabies di NTT, Pemerintah Diminta Vaksinasi Massal Hewan Penular Rabies

JAKARTA, balipuspanews.com – Pemerintah menetapkan status kejadian luar biasa (KLB) rabies di Nusa Tenggara Timur (NTT), menyusul meningkatnya kasus gigitan anjing sebanyak 518 kasus dengan satu korban meninggal dunia.

Merespon peristiwa itu, Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian melalui Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk bergerak cepat merespon status KLB rabies di NTT.

“Segera mengerahkan petugas ke sejumlah wilayah endemis rabies untuk melakukan vaksinasi massal terhadap anjing maupun hewan penular rabies lainnya seperti monyet,” ucap Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (19/5/2023).

Respon cepat mrnurut Bamsoet diperlukan sebagai upaya pencegahan dan penanganan yang dilakukan agar kasus rabies di wilayah tersebut tidak terus meningkat maupun meluas ke wilayah lainnya.

Ia juga meminta pemerintah daerah setempat sudah memiliki program untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran virus rabies.

“Salah satunya dengan mengandangkan anjing-anjing liar dan menertibkan anjing peliharaan juga mengadakan penyuluhan serta koordinasi informasi edukasi (KIE) secara rutin kepada masyarakat setempat tentang bahaya penyakit rabies dan cara pencegahannya,” imbuhnya.

BACA :  Ahli Waris Seniman Almarhum I Made Sidja Terima Santunan JKM dari BPJAMSOSTEK

Dengan penanganan cepat, Bamsoet berharap masyarakat dapat memahami bahaya penyakit rabies juga lebih berhati-hati terhadap penularannya.

Lebih jauh, Bamsoet mengingatkan kerjasama lintas sektor juga penting agar penanganannya sesegera mungkin diselesaikan.

“Meminta Kementan bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dalam upaya percepatan penanganan penyakit rabies khususnya di wilayah NTT. Dengan begitu diharapkan penanganan serta perawatan secara optimal dapat diberikan nakes guna mencegah kembali jatuhnya korban jiwa akibat rabies,” kata Bamsoet.

Sosialisasi dan komunikasi dengan masyarakat di lapangan dinilai juga menjadi bagian penting. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya di wilayah endemis rabies untuk lebih waspada terhadap hewan yang belum divaksin rabies.

“Disamping agar melapor ke faskes terdekat seperti puskesmas atau rabies center apabila terkena gigitan dari hewan penular rabies sehingga bisa mendapatkan vaksin anti rabies (VAR) sesuai indikasi dan kondisinya,” tegas Bamsoet.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular