Jumat, Juni 14, 2024
BerandaDenpasarKluster Pekerja Swasta dan BUMN Sentuh 27,5 Persen dari 1 Sampai 18...

Kluster Pekerja Swasta dan BUMN Sentuh 27,5 Persen dari 1 Sampai 18 September, GTPP Ingatkan Disiplin Terapkan Prokes Saat Bekerja

DENPASAR, balipuspanews.com – Beberapa kluster baru tampaknya mulai bermunculan menyusul meningkatnya penularan Covid-19 di Kota Denpasar.

Setelah sebelumnya diketahui kluster pedagang pasar, kini kluster Pegawai Swasta dan BUMN mulai mendominasi penyebaran baru Covid-19 di Kota Denpasar.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai saat diwawancarai, Senin (21/9/2020), menyampaikan bahwa, Kota Denpasar merupakan simpul pergerakan berbagai bidang kegiatan sebagai pusat perkantoran baik instansi vertikal maupun BUMN perlu menjadi catatan bersama.

Berbagai sektor mulai perekonomian, jasa dan lainnya turut bergerak di Kota Denpasar.

Sehingga dalam situasi merebaknya Covid-19 saat ini diperlukan tingkat kewaspadaan yang ekstra.

Berdasarkan data, Dewa Rai mengungkapkan bahwa kluster pedagang pasar cenderung mengalami penurunan.

Kendati demikian, kluster Pegawai Swasta dan BUMN mengalami peningkatan.

Dari data 1 hingga 18 September 2020 tercatat jumlah kasus Covid-19 di Kota Denpasar yang berasal dari Pegawai Swasta dan BUMN yakni 138 orang atau 27,5 persen dari total jumlah pasien positif Covid-19 di Kota Denpasar sebanyak 501 kasus.

BACA :  Lepas Jabatan Kapuspenkum, Ketut Sumedana Dilantik Jadi Kajati Bali

Sementara itu sisanya terbagi atas beberapa kluster profesi, yakni PNS, TNI/Polri, Pensiunan, Tenaga Medis, PRT, Pedagang, Ibu Rumah Tangga, dan profesi lainnya.

Karenanya, GTPP Covid-19 Kota Denpasar kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat, utamanya yang bekerja pada sektor swasta dan BUMN untuk meningkatkan kewaspadaan.

Terlebih lagi adanya penyebaran di tempat kerja atau kluster perkantoran yang juga wajib diwaspadai bersama.

“Kami ingatkan kembali untuk kluster tempat kerja dan kluster pegawai swasta dan BUMN untuk selalu waspada dan lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” pesannya.

Dalam pengaturan pola kerja pegawai untuk mendukung percepatan penanganan Covid-19, GTPP juga mengimbau Instansi Swasta dan BUMN untuk menerapkan pengaturan jam kerja pegawai mengikuti Surat Edaran (SE) Walikota dengan berpedoman pada Zona Resiko Wilayah.

“Jadi dalam menerapkan pola kerja bisa menyesuaikan luas ruangan dengan jumlah pegawai, dan bisa juga mengikuti SE Walikota dengan berpedoman pada zona resiko wilayah masing-masing desa/kelurahan dimana kantor berlokasi, jadi mari lebih waspada bersama, dan disiplin melakukan protokol kesehatan,” tandasnya.

BACA :  Pemkab Buleleng Gelar Bimtek PKD ke Desa/Kelurahan

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular