Kodim 1617/Jembrana Berikan Pembekalan Wawasan Kebangsaan

- Advertisement -
- Advertisement -

Jembrana, balipuspanews.com – Kodim 1617/Jembrana memberikan pembekalan wawasan kebangsaan di Lingkungan pelajar SMP bertempat di Ruangan Lantai 2 SMP Negeri 3 Negara Jalan Cendrawasih No 21 Banjar Satria Kelurahan Pendem, Jembrana, Bali Jumat (23/3).

Kegiatan pembekalan ini dilakukan, guna membentuk generasi muda yang berwawasan kebangsaan, yang berjiwa dan bersemangat Pancasila.

Melalui pendidikan peningkatan kesadaran akan nilai-nilai luhur budaya bangsa, dapat meningkatkan pemahaman dan implementasi 4 (empat) Konsensus Dasar Bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, BhinnekaTunggal Ika dan NKRI.

Kegitan yang diikuti sebanyak 100 orang terdiri dari guru dan pelajar tersebut menghadirkan narasumber antara lain Pasi Intel Kodim 1617/Jembrana Kapten Inf I Nyoman Gede Andika SH, Kasat Resnarkoba Polres Jembrana AKP I Gusti Komang Muliadnyana SH dan Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kabupaten Jembrana Drs I Gede Muriata MPd.

Gede Muriata menyampaikan tentang peran FPK dalam meningkatkan toleransi antar suku, agama, ras, antar golongan, adat istiadat, budaya maupun kondisi geografis sebagai satu kesatuan unsur pembentukan negara.

BACA :  Harumkan Nama Jembrana, Lima Siswa SMAN 1 Negara Raih Silver Medal di Malaysia

Menurut dia, tujuan dari Forum Pembaruan Kebangsaan yaitu mewujudkan terciptanya iklim kondusif yang memungkinkan adanya perubahan sikap, agar menerima kamajemukan masyarakat dalam wadah NKRI.

Kasat Resnarkoba Polres Jembrana AKP I Gusti Komang Muliadnyana SH menyampaikan, tentang bahaya narkoba di lingkungan pendidikan, yang mana para pemuda-pemudi adalah generasi penerus Bangsa Indonesia.

Faktor yang mendorong seseorang mengunakan narkoba, ialah faktor individu, lingkungan dan faktor ketersediaan narkoba.

Sementara Pasi Intel Kodim 1617/Jembrana I Nyoman Gede Andika SH memberikan gambaran, tentang pengertian bela negara sebagai sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 dalam menjalin kelangsungan hidup bangsa dan negara yang seutuhnya.

Beberapa contoh ancaman bagi bangsa bangkitnya Neo-Komunis, konflik sosial masyarakat, konflik etnis, kasus korupsi, penyalahgunaan Medsos (Hoax), demo anarkhis, balapan liar/geng motor, konflik agama maupun tawuran/perkelahian massa.

Muara dari kegiatan pembekalan ini, agar para pelajar sebagai generasi penerus bangsa memiliki wawasan kebangsaan, berahlak dan berkarakter yang baik serta responsif terhadap kondisi bangsa saat ini. (bp)

BACA :  Bupati Kembang Tinjau Rehabilitasi Sejumlah Sekolah di Jembrana
Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular