25.8 C
Denpasar
19/09/2021, 6:49 AM
NasionalKolaborasi dan Sinergi Menekan Jeratan TPPO di Masa Pandemi

Kolaborasi dan Sinergi Menekan Jeratan TPPO di Masa Pandemi

balipuspanews google news

JAKARTA, balipuspanews.com – Pandemi Covid-19 memperparah tren Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Mulai dari pemutusan hubungan kerja hingga kemiskinan yang disebabkan pandemi Covid-19 dapat menjerumuskan seseorang menjadi korban TPPO. Mirisnya, TPPO juga menjerat anak-anak dan keluarga. Oleh karenanya, tidak hanya aturan dan kebijakan saja yang dibutuhkan, namun juga sninergi, kolaborasi, dan gerakan dari tingkat keluarga untuk menekan bahaya TPPO.

“Krisis ekonomi yang muncul sebagai dampak dari pandemi Covid-19 membuat kemiskinan meningkat, sedangkan kemiskinan itu sendiri merupakan salah satu akar masalah dari TPPO. Kesulitan ekonomi adalah modus utama iming-iming yang diberikan kepada korban TPPO. Anak-anak dan keluarganya seringkali diiming-imingi dengan kehidupan yang lebih sejahtera. Terkadang, para pelaku memanfaatkan kerentanan-kerentanan seperti kemiskinan, atau keluarga yang terlilit hutang, sehingga mereka merasa tidak punya pilihan lainnya,” ujar Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga pada Webinar Perdagangan Orang dalam Situasi Pandemi Covid-19 yang diselenggarakan oleh Kemen PPPA dan Yayasan Parinama Astha dalam rangka memperingati Hari Dunia Anti Perdagangan Orang, (31/7).

Pemerintah sudah memiliki sejumlah kebijakan, aturan, dan program untuk menanggulangi permasalahan TPPO. Diantaranya Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang sebagai payung hukum, Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO (GT PP TPPO) yang dipayungi Perpres Nomor 22 Tahun 2021. Tidak hanya itu, saat ini juga sedang disusun Rencana Aksi Nasional (RAN) 2020-2024 dan Rencana Aksi Daerah (RAD) 2020-2024 GT PP TPPO.

Berdasarkan data International Labour Organization (ILO) pada 2020 lebih dari 40 juta orang di dunia menjadi korban TPPO, dan 1 dari 4 korban tersebut adalah anak-anak.

“Penting bagi kita semua untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam upaya menekan angka kasus-kasus TPPO di masyarakat. Tidak hanya melalui produksi berbagai aturan dan kebijakan di tingkat nasional, namun kita juga memerlukan satu gerakan masif dari tingkat keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat, untuk terus melakukan sosialisasi dan edukasi terhadap bahaya TPPO,” harap Menteri Bintang.

Pemutusan hubungan kerja, juga merupakan salah satu faktor yang membuat seseorang terjerat TPPO. Dilansir dari BPS (2021) saat ini terdapat 9,30 persen atau 19,10 juta penduduk usia kerja yang terdampak Covid-19.

“Kasus TPPO selama pandemi Covid-19 tren nya justru semakin meningkat. Pekerja yang kehilangan pekerjaan karena pandemi Covid-19 bisa memutuskan untuk mengambil dana pinjaman yang dapat berujung pada ketergantungan utang, atau menerima pekerjaan yang tidak menguntungkan, dan dalam situasi tereksploitasi,” jelas Asisten Deputi Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan TPPO Kemen PPPA, Rafail Walangitan.

Walaupun tren TPPO meningkat di masa pandemi, namun hal tersebut tidak memadamkan niat baik dan semangat organisasi pemberi bantuan hukum dan penggiat untuk memberikan pendampingan bagi korban TPPO.

“Korban TPPO sejak pandemi selalu berdatangan silih berganti. Namun, kami tetap terima mereka di rumah aman dan berikan pendampingan hingga proses hukum selesai, dan mereka siap kembali ke kampung halaman atau memilih jalan lain, misalnya memilih tetap di tempat dan kami bantu mendapatkan pekerjaan yang jelas dan aman. Disamping itu, protokol kesehatan dan protokol pemberian bantuan hukum wajib dimiliki organisasi pemberi bantuan hukum dan para penggiat, sehingga memastikan kita semua aman dari Covid-19,” tegas Wakil Ketua Jaringan Nasional Anti TPPO, Romo Chrisanctus Paschalis Saturnus.

Senada dengan Romo Chrisanctus, Koordinator Nasional ECPAT (End Child Prostitution, Child Pornography, and Trafficking of Children for Sexual Purposes) Indonesia, Ahmad Sofian membenarkan bahwa dalam penegakan hukum TPPO kita juga perlu memerhatikan sarana dan fasilitas korban. Apalagi sistem peradilan di negara kita menghendaki korban hadir di pengadilan. Oleh karenanya, kita harus memerhatikan biaya Visum et Repertum, rumah aman, pendamping, serta fasilitas akses video conference bagi korban TPPO.

Meski Indonesia telah berkomitmen penuh dalam hal pencegahan dan pemberantasan TPPO melalui berbagai aturan dan kebijakan, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Livia Istania DF Iskandar mengatakan Masih ada beberapa tantangan dan permasalahan dalam menangani korban TPPO.

“Tantangan tersebut diantaranya belum adanya mekanisme yang akurat dan praktis untuk mengintegrasikan data antara LPSK, aparat penegak hukum, dan instansi terkait lainnya. Dalam perkembangan proses hukumnya, seringkali terjadi perubahan penggunaan pasal TPPO menjadi Tindak Pidana Penempatan Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri. Selain itu, selama proses hukum berlangsung saksi dan/atau korban tak jarang harus dipulangkan karena kondisi pandemi Covid-19. Hal ini tentu dapat menghambat proses hukum tersebut,” ungkap Livia.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.

- Advertisement -
- Advertisement -spot_img
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pemberlakuan PPKM, Pedagang dari Luar Karangasem Sementara Dilarang Berjualan di Pasar Tradisional
01:55
Video thumbnail
Kemunculan Seekor Buaya Muara di Sungai Sangsang Lebih Gegerkan Warga
03:59
Video thumbnail
Alat Berat Hingga Senderan Tersapu Aliran Banjir di Tukad Janga
01:48
Video thumbnail
Bea Cukai Musnahkan Barang Bukti Hasil Sitaan Senilai Rp 83,2 Juta
02:02
Video thumbnail
BNNP Bali Gagalkan Penyelundupan 44 Kg Ganja Kering ke Bali
02:03
Video thumbnail
Air Sungai Candi Gara Meluap, Puluhan Rumah Warga di Desa Kusamba Terendam Banjir
02:49
Video thumbnail
Knalpot Brong Dilarang, Polantas Datangi Bengkel Modifikasi
02:19
Video thumbnail
Bersihkan Saluran Irigasi, Pria Asal Desa Nongan Ini Tewas Tertimpa Pohon Dapdap
01:32
Video thumbnail
Sampai Awal Juni Sudah 154 749 Warga Karangasem Divaksinasi Covid 19
01:56
Video thumbnail
40 Pegawai Dinas PUPR Karangasem Menjalani Tes Urine
01:54
Video thumbnail
Hendak Keluar Beli Makan, Seorang Warga di Desa Tista Temukan Mayat Bayi
01:48
Video thumbnail
Hilang Empat Hari, Pemancing Asal Banyuwangi Ini Ditemukan Tak Bernyawa
01:56
Video thumbnail
Harga Bahan Naik, Pengusaha Tahu dan Tempe di Buleleng Kebingungan Berproduksi
03:30
Video thumbnail
Melihat Warga Desa Abang, Karangasem Berburu Ulat Gayas yang Kaya Protein
02:37
Video thumbnail
Ciptakan Sungai Bersih, Kawasan Sungai Taman Pancing Dilengkapi Trash Walker
02:28
Video thumbnail
TPS Sadu Sumerta Kaja Ubah Sampah Jadi Pellet Pembangkit Listrik
03:31
Video thumbnail
Lomba Baleganjur se Bali, Diharapkan Generasi Muda Tetap Berkarya
02:30
Video thumbnail
Jaga Kelestarian, 54 Ekor Jalak Bali Dilepas Liarkan
02:45
Video thumbnail
Hidupkan Kewirausahaan, PKK Desa Batununggul, Nusa Penida Produksi Dupa
02:08
Video thumbnail
Libur Idul Fitri, Pantai Sanur Tetap Jadi Destinasi Favorit Dikunjungi Wisdom
03:41
Video thumbnail
912 Peserta Ikuti Pameran Bonsaidi Alun-alun Kota Gianyar
05:38
Video thumbnail
Pedagang Sudah Pindah, Aktivitas Pasar Banyuasri Telah Dijadwalkan
02:35
Video thumbnail
Longsor di Dua Desa Wilayah Kecamatan Sawan, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta
02:30
Video thumbnail
Putu Supadma Rudana, MBA Mengajak Seluruh Masyarakat untuk Selalu Menerapkan 3M
02:35
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Strategi Museum Rudana Menjaga Eksistensinya di Tengah Pandemi | Talkshow
44:25
Video thumbnail
Tempat Karaoke Terapkan Prokes, Sterilkan Microphone dengan Mesin Laser
03:13
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Ketua Komisi IVDPRD Tabanan I Gusti Komang Wastana,S.Pd Mengajak Masyarakat Disiplin Terapkan Prokes
01:52
Video thumbnail
Kembali Gerebek Desa, Polsek Mengwi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Dengan Mobil Water Canon
01:59
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Situasi Ubud Menjelang Tahun Baru 2021
13:36
Video thumbnail
Polsek Selemadeg Barat Semprotkan Disinfektan di Rumah Warga yang Terpapar Covid-19
02:04
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
Polres Badung Gelar Aksi Gerebek Desa, Cegah Penyebaran Covid-19
03:23
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Rencana Pembelajaran Tatap Muka Tahun 2021 di Kabupaten Tabanan | Talkshow
19:20
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Minim Kasus Covid 19, Desa Kuwum Dinobatkan Sebagai Desa Tangguh Dewata Oleh Polres Badung
02:39
Video thumbnail
2 Cafe di Tabanan Tak Lengkapi Sarana Prokes,Tim Gabungan Sosialisasi SE Gubernur & Maklumat Kapolri
02:43
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Dalam Sehari Tim Yustisi Jaring 143 Pelanggar di Bangli
02:46
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Aman Shopping ke Level 21 Mall di Tengah Pandemi Covid-19 | Talkshow
20:01
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
Beri Kenyamanan Pengunjung, Objek Wisata Taman Nusa Terapkan Prokes Covid-19 | Talkshow
27:17
Video thumbnail
Sidak Masker di Padangsambian Kaja Denpasar, 20 Pelanggar Terjaring
04:10
Member of