Bangunan Vila Rosita di Tegal Besar nyaris ambruk diterjang ganasnya ombak
Bangunan Vila Rosita di Tegal Besar nyaris ambruk diterjang ganasnya ombak
sewa motor matic murah dibali

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Sejak sebulan yang lalu tembok penyengker Villa Rosita di Tegal Besar, Negari, Banjarangkan, Klungkung   sepanjang 17 meter sudah jebol .Kondisi ini sudah sangat mengkawatirkan bagi keberadaan Villa Rosita yang bertengger anggun ditepi pantai Tegal Besar ini.

Dari pantauan wartawan Kamis(18/7/2019) ombak sudah menggempur sisi kolam renang Villa Rosita tersebut. Dengan keadaan yang seperti itu bisa dibayangkan ambrolnya bangunan kolam renang Villa Rosita tersebut hanya tinggal menunggu waktu saja.

Memang  beberapa waktu sekitar dua minggu yang lalu wartawan sempat datangi tempat tersebut , dimana saat itu wisatawan tidak ada yang menginap di Villa Rosita tersebut. Rupanya  wisatawan  sedang kosong  tidak ada menginap saat itu.  Kemungkinan wisatawan mempertimbangkan juga kondisi Villa Rosita tesebut di mana bangunan Villa yang ada ditepi pantai utamanya Kolam Renangnya sudah digempur ombak setiap saat.

Menurut staf Villa Rosita yang sempat ditemui saat itu yang bernama Wayan Eka  warga desa Tegal Besar, Negari, Banjarangkan, Klungkung ini mengakui kondisi kolam renang Villa Rosita sudah agak riskan karena gempuran ombak yang ganas. Dikawatirkan kondisi ini bakal menyusul bangunan Villa Basudewa  yang ada ditimur Villa sekitar 20 meter yang sudah duluan ambruk .

Wayan Eka meminta pemerintah utamanya yang menangani penataan pesisir pantai ini seperti Balai besar Danau dan Sungai  bisa manata segera  garis  sepanjang pantai tegal besar. “Hari ini ada tamu group akan chekin,” Ujar Wayan Eka saat itu. Namun kondisi Villa  Rosita dengan 5 kamar ini sudah terancam ambruk jika tidak segera di lakukan pembuatan crib oleh Pemprop Baliutamanya instansi yang menangani pantai tersebut.

Menurut warga setempat Putu Erawati, kondisi ombak besar di pantai Tegal Besar sudah sering  terjadi . Ombak besar yang datang tidak hanya membuat jebol sebagian bangunan hotel dan tembok pengaman villa, tapi juga membuat sebagaian jalan raya menuju pesisir pantai  sudah terkikis, dan materialnya sudah hancur lebur diterjang gelombang.

Putu Erawati juga mulai khawatir dengan kondisi abrasi yang terjadi pantai Tegal Besar. Karena dalam setahun terakhir ini saja, abrasi sudah mengikis daratan lebih dari 20 meter. “Setahun lalu, warung saya masih jauh dari pesisir. sekitar 30 meter jaraknya dari pesisir. Tapi sekarang jarak warung saya udah mepet sekali dengan jalan yang jebol karena ombak ini,” ungkapnya.

Sementara itu kondisi abrasi di pantai Tegal Besar juga mulai mengikis lokasi upacara melasti warga. Namun sayangnya, Pemkab Klungkung tahun 2019 ini hanya menggarkan dana penanganan abrasi sekitar Rp 2 Miliar dan itupun untuk di wilayah Nusa Penida saja. Kepala Dinas PU, Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Klungkung, AA Lesmana mengatakan kalau penanganan abrasi dilakukan pihak Balai, sebutnya.

Diakuinya  untuk tahun ini Pemkab telah menggarkan dan adari APBD sekitar Rp 2 Miliar untuk penanganan abrasi. Rencananya dana itu untuk penanganan abrasi di Desa Batununggul, Kecamatan Nusa Penida sepanjang 100 meter.

“Tahun ini penanganan abrasi hanya kami lakukan di Desa Batununggul karena abrasi mengancam Pura Dalem dan setra atau kuburan yang ada di Banjar Kutapang, Desa Batununggul. Jadi harus segera kami tangani,” pungkasnya. (Roni/bpn/tim)