Senin, Juni 17, 2024
BerandaDenpasarKomisi II Dewan Bali Setuju Tol Bali Mandara Diganti

Komisi II Dewan Bali Setuju Tol Bali Mandara Diganti

Denpasar, Balipuspanews.com -Rencana Pemprov Bali untuk mengusulkan nama Jalan Tol Bali Mandara diubah menjadi Jalan Tol I Gusti Ngurah Rai mendapat beragam tanggapan dari kalangan Dewan di Bali.

Salah satunya ialah Anggota Komisi II DPRD Bali, A.A. Ngurah Adhi Ardhana.

Dalam acara ngobrol santai serap aspirasi di Kubu Kopi, pada Jumat (30/11) kemarin, Politisi PDIP asal Kota Denpasar ini mengatakan setuju dengan rencana pergantian nama Jalan Tol Bali Mandara diubah menjadi Jalan Tol I Gusti Ngurah Rai.

Menurut Adhi Ardhana, nama Bali Mandara, adalah salah suatu program atau tag line dari pemimpin Bali sebelum Gubernur Koster.

“Bali Mandara, adalah salah suatu program atau tag line pada suatu periode (pemimpin-red) yang belum tentu bisa diterima di dalam periode yang lain,” imbuh Adhi Ardhana.

Sebab, kata Adhi Ardhana, soal pemberian nama, misalnya, kalau Rumah Sakit pasti nama dokter, kalau nama jalan pasti nama Pahlawan.

Adi Ardhana juga menjelaskan, dengan adanya saat ini nama tol Bali Mandara perlu diperhatikan juga ialah, apakah Pemprov Bali sendiri memiliki kepentingan besar di sana, dalam hal ini ialah soal saham.

BACA :  I Caka Jadi Maskot Pilkada Kota Denpasar 2024

“Apa bila kita mempunyai saham yang sangat besar di sana. Maka kita bisa semau gue diinvestasi ini. Tetapi kalau kenyataan saat ini kontribusi kita tidak banyak. Tidak bisa,” ujarnya.

Adhi Ardhana juga tak memungkiri, bahwa pembangunan Jalan Tol Bali Mandara ini sudah mengorbankan teluk Benoa dan memberi peluang terhadap Reklamasi teluk Benoa.

“Mengorbankan teluk kita, sehingga membuka pintu kepada Perpres yang sangat kita benci,” tandas Adhi.

Adhi Ardhana kemudian mengajak semua pihak agar melihat masalah ini dari segi positif.

“Marilah kita lebih melihat dari sudut positifnya saja lah. Kalau positif, kita jalankan. Kalau memang dipandang tidak positif pergantian nama itu tidak usah diubah,” jelas Adhi.

Pada kesempatan tersebut Adhi Ardhana menceritakan Pengalamannya terkait penamaan Sanglah.

Pengalaman saya sendiri, bagaimana dulu saya mengusulkan nama Rumah Sakit Sanglah. Itu harus pakai nama ayah saya. Pada hal rakyat mengehendaki itu,” kenang Adhi Ardhana.

Berdasarkan pengalamannya itu, Adhi Ardhana menegaskan bahwa pemberian nama apapun terkait masalah publik harus konsisten agar tidak menjadi bumerang atau pun sentimen apa pun di kemudian hari.

BACA :  Waduh, Korban Meninggal Dunia Akibat Gudang Gas Terbakar Berjumlah 11 Orang

Tambah Adhi, pada saat rencana perubahan nama Rumah Sakit Indra menjadi Rumah Sakit Mata Bali Mandara dulu dirinya tegas menolak.

Sekali lagi Adhi mengatakan, bahwa dirinya setuju dengan rencana pergantian nama Jalan Tol Bali Mandara diubah menjadi Jalan Tol I Gusti Ngurah Rai. Sebab, menurut Adhi hal itu untuk menghindari pemikiran terhadap satu orang saja.

“Agar tidak lagi ada pemikiran bahwa si A si B, karena Bali Mandara juga itu tidak sendiri,” tutup politisi PDIP ini.(Nahal/bpn/tim)

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular