Kamis, Juni 20, 2024
BerandaBulelengKomisi III DPRD Buleleng Minta SKPD Buat Kajian Strategis Untuk Tingkatkan PAD

Komisi III DPRD Buleleng Minta SKPD Buat Kajian Strategis Untuk Tingkatkan PAD

BULELENG, balipuspanews.com – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng meminta agar SKPD terkait bisa membuat kajian strategis kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan di tahun 2021 yang perlu dioptimalkan dengan membuat kajian dari permasalahan dan mencari solusi yang akan diambil untuk meningkatkan PAD dan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Hal ini diungkapkan anggota Komisi III DPRD Buleleng I Nyoman Gede Wandira Adi,ST dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertangungjawaban (LKPJ) Bupati Buleleng tahun 2021 dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan pendapatan Daerah (BPKPD) dan SKPD Pemungut Retribusi diruang Komisi III DPRD Buleleng, Senin (11/4/2022).

Menurutnya, banyak potensi yang bisa meningkatkan PAD di Kabupaten Buleleng seperti dari sektor parkir, retribusi terminal dan beberapa pontensi lainnya. Dari pontensi PAD parkir, ada beberapa tempat parkir yang ada di Kabupaten Buleleng masih belum maksimal memberikan retribusi ke kas Daerah.

Untuk itu, pihaknya meminta agar Dinas terkait membuat sebuah kajian yang bisa dipakai untuk peningkatan PAD seperti kajian untuk penggunaan E-Parkir untuk dibeberapa titik. Selain itu, setelah membaca LKPJ tahun 2021 masih ada beberapa perbedaan data antara LKJP yang disampaikan Bupati dengan SKPD.

BACA :  Sekda Adi Arnawa Buka Kejuaraan Catur Terbuka dan Pelajar 2024 di SD No 1 Gulingan

“Setiap SKPD agar memberikan data yang valid sehingga data yang disampaikan oleh bupati tidak berbeda dengan data yang diberikan oleh SKPD” terang Wandira usai mengikuti rapat.

Hal yang sama juga disampaikan anggota DPRD Komisi III Ketut Dody Tisna Adi, setiap SKPD harus memberikan laporan ke Bupati dengan cermat dan memperhatikan data yang riil. Dilaporan LKPJ tahun 2021 ada beberapa perbedaan data yang kami lihat.

“Kedepan, hal-hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi. Selain itu, SKPD diingatkan dalam membuat rancangan kegiatan atau program kerja agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja Komisi III DPRD Buleleng dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan pendapatan Daerah (BPKPD) dan SKPD Pemungut Retribusi, masing-masing SKPD menyampaikan realisasi belanja kegiatan dimasing-masing SKPD tidak mencapai target 100 persen dikarenakan ada beberapa sektor kegiatan masih terdampak dari pandemi Covid-19.

Rapat Kerja Komisi III DPRD Buleleng dipimpin oleh Ketua Komisi III Luh Marleni yang dihadiri anggota Komisi III, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan pendapatan Daerah (BPKPD), Kadis Perhubungan, Kadis Pariwisata, Kadis Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Kadis Sosisla, Kadis PU-TR, Dinas Tenaga Kerja, RSUD Kabupaten Buleleng dan Tim Ahli DPRD Buleleng.

BACA :  Pemkab Jembrana Serahkan Bantuan Hewan Kurban

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular