Komisi lll Sayangkan Jam Pelayanan Puskesmas dan Pustu Dikurangi

Komisi III DPRD Kabupaten Jembrana melakukan pengecekan ke puskesmas dan pustu di wilayah Timur Jembrana, Rabu (6/4/2022).
Komisi III DPRD Kabupaten Jembrana melakukan pengecekan ke puskesmas dan pustu di wilayah Timur Jembrana, Rabu (6/4/2022).

JEMBRANA, balipuspanews.com– Keluhan masyarakat yang kesulitan mendapat pelayanan kesehatan di puskesmas atau pustu karena jam pelayanannya dikurangi ditanggapi komisi lll DPRD Jembrana.

Dari pengecekan yang diajukan bersama dinas terkait komisi lll sangat menyayangkan kebijakan pengurangan jam pelayanan puskesmas dan pustu itu.

Ketua Komisi III DPRD Jembrana, Dewa Putu Mertayasa, Rabu (6/4/2022) menyampaikan dari pengecekan yang dilakukan di puskesmas dan pustu di wilayah timur Jembrana terjadi pengurangan jam pelayanan, dimana sebelumnya dari jam 07.30 Wita sampai 20.00 Wita. Disesuaikan jam waktunya menjadi jam 07.30 Wita sampai 14.00 Wita dengan alasan sore jarang warga yang datang berobat kurang tepat.

Justru masyarakat yang bekerja lebih banyak memilih sore untuk ke puskesmas.

“Yang menjadi persoalan di masyarakat terkait perubahan jam pelayanan di puskesmas, rawat jalan. Kami harap agar ini disosialisasikan kembali ke masyarakat apalagi plang yang terpasang jadwal lama mohon diganti. Karena masih tercantum rawat inap masih 24 jam,”ungkapnya.

Yang menjadi tolak ukur adalah RSUD Negara dan puskesmas sebagai pemberi layanan secara langsung dan puskesmas harus mengedepankan pelayanan yang promotif dan prepentif.

Seperti Puskesmas 2 Gumbrih, karena kapasitasnya sangat kecil pemenuhan hak-hak tenaga kesehatan yang masih sangat kecil.

“Kita sama-sama mencarikan solusi sehingga masalah ini bisa terselesaikan,” ujarnya.

Pengurangan jam layanan puskesmas ini juga berpengaruh terhadap, kesejahteraan pegawai puskesmas. Dengan ditetapkanya sistem jasa pelayanan bagi pegawai puskesmas tunjangan petugas medis menjadi rendah atau berbeda pada setiap puskesmas yang mana jaspel dibayarkan sesuai dengan pendapatan riil puskesmas.

Keberadaan pustu juga perlu diperhatikan. Menginggat banyak pustu yang kosong. Padahal di beberapa wilayah, pustu sangat dibutuhkan karena lokasi puskesmas dan RSU jauh.

“Jembrana beda dengan daerah lain dimana di daerah lain jarak RS maupun klinik dan dokter praktek berdekatan. Sedangkan di Jembrana khususnya di pedesaan jaraknya jauh. Ini agar menjadi perhatian khusus dan dioptimalkan,”tandasnya.

Penulis: Anom

Editor: Oka Suryawan