Kamis, Juni 20, 2024
BerandaNewsKomoditi Penyebab Inflasi Terus Dipantau Usai Natal dan Menyambut Galungan

Komoditi Penyebab Inflasi Terus Dipantau Usai Natal dan Menyambut Galungan

BULELENG, balipuspanews.com– Usai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) rutin mingguan Pengendalian Inflasi Daerah se-Indonesia secara virtual di Ruang Rapat Kantor Bupati Buleleng, Senin (26/12/202). Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Buleleng masih terus akan melaksanakan pemantauan usai Natal serta menjelang hari raya Galungan dan Kuningan khusunya terhadap sejumlah komoditi yang berpeluang menjadi penyebab inflasi meningkat.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian yang memimpin rapat secara virtual menyampaikan bahwasannya terdapat beberapa provinsi telah mampu menekan laju inflasi dengan baik, antara lain, Provinsi Riau dengan nilai inflasinya turun 5,26 persen, dan 4,42 persen dari Provinsi Lhokseumawe.

Maka berkaitan dengan itu, Tito meminta seluruh peserta rakor untuk dapat meniru strategi-strategi yang dilakukan kedua provinsi itu untuk menekan inflasi yang terjadi.
Bahkan dijelaskan pula secara kumulatif beberapa komoditas mengalami kenaikan.

Salah satunya adalah telur ayam ras menjadi penyumbang terbesar inflasi di 27 provinsi yang mencakup 304 kabupaten/kota. Kenaikan telur ayam ras sebesar 4,4 persen, kemudian komoditas beras 2,2 persen dari Rp 10.000 menjadi Rp11.500, cabai rawit 15,5 persen termasuk juga daging ayam 5,7 persen serta ada cabai merah mengalami kenaikan hingga bulan Desember ini.

BACA :  Pj Bupati Jendrika Sampaikan Evaluasi Kinerja Penjabat Kepala Daerah Bulan Juni dan Juli Tahun 2024

Mendagri Tito Karnavian menambahkan, indeks perkembangan harga 20 komoditas pangan terpilih dalam Desember ini akan mengalami inflasi. Pihaknya menyampaikan terdapat 10 kabupaten dengan kenaikan nilai indeks IPH tertinggi bulan Desember dan dinilai berpotensi menyumbang inflasi, yaitu; Kabupaten Karo, Solok, Mesuji, Asahan, Bengkalis, Muaro, Jambi, Buleleng, Luwu dan Gorontalo.

“Kenaikan inflasi Desember ini bukan karena kita tidak bekerja, melainkan lebih kepada tingginya permintaan terhadap komoditas pangan menjelang akhir tahun,” tegas Mendagri Tito Karnavian.

Sementara itu, Asisten II Setda Buleleng, Ni Made Rousmini mengakui bahwa Satgas Pengendalian Inflasi Buleleng telah melakukan berbagai hal dalam menekan laju inflasi, mulai dari melakukan intervensi langsung, pasar murah hingga pemberian subsidi ke pedagang.

Namun demikian inflasi masih terjadi akibat tingginya permintaan menuju Hari Natal, akhir tahun dan juga menjelang hari Raya Galungan dan Kuningan di awal tahun mendatang. Terkait itu, Made Rousmini meminta Satgas untuk bekerja ekstra melakukan pemantauan komoditi penyumbang inflasi di Buleleng.

“Inflasi ini memang selalu terjadi, namun kita harus mampu mengatasi hal ini dengan meningkatkan upaya kita. Semoga minggu terakhir Desember ini kita bisa menekan inflasi cabai, telur, dan canang sari menjelang Galungan,” pungkas Rousmini.

BACA :  Polda Bali Ringkus 147 Tersangka Narkoba Dalam Operasi Antik Agung 2024

Penulis: Nyoman Darma
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular