Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda News Hukum & Kriminal Komplotan Keprok Kaca Digulung, Satu Masih Buron

Komplotan Keprok Kaca Digulung, Satu Masih Buron

NEGARA, balipusoanews.com – Perburuan yang dilakukan Sat Reskrim Polres Jembrana membuahkan hasil. Komplotan keprok kaca yang beraksi, pada Selasa (25/8/2020) di jalan Gatot Subroto, kelurahan Banjar Tengah, Negara, berhasil digulung.

Komplotan yang merupakan residivis pencurian dengan pemberatan itu dalam beraksi memiliki tugas masing-masing yakni, Temy Primadani (31), beralamat di Jalan Beringin Raya, Desa Sukadana, Kelurahan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan. Dia berperan mengendarai sepeda motor Honda Vario 150, L 3536 BZ membonceng Edi Yanto (42), alamat Jalan H. Yusuf Salim, Perum Griya Permata, Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan untuk mencari mangsa di BPD. Kemudian, Ahmad Husni (29), alamat Jalan Letnan Sayuti, Desa/Kelurahan Kutaraya, Kecamatan Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Provinsi Sumatera Selatan.

Berperan berboncengan dengan Wewe, alias Dul yang masih buron menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter MX N 3253 AAS sebagai eksekutor/keprok kaca mobil dan mengambil uang di dalam mobil korban. Musafa (40), alamat Gersikan, Kelurahan Pacar Keling, Kecamatan Tambak Sari, Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur.

Berperan mengendarai sepeda motor Yamaha Xeon W 5431 PL dan membonceng Hari Junaidi (36), alamat Menteng Rawa Jelawe, Pasar Manggis, Jakarta Selatan membuntuti temannya saat beraksi.

“Komplotan ini beraksi menggeprok kaca mobil yang parkir di pinggir jala. Gatot Subroto,” ujar Kapolres Jembrana AKBP Ketut Gede Adi Astawa, Rabu (23/9/2020).

Kejadian itu berawal dari korban Dahana (54), alamat Lingkungan Terusan, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Bersama istrinya pergi ke Bank BPD untuk overbooking pinjaman. Setelah uang hasil overbooking keluar sejumlah Rp. 70 juta korban langsung keluar dari Bank BPD dengan membawa uang yang ditaruh di dalam amplop warna coklat dan menaruh amplop yang berisi uang tersebut di dasboard mobil Toyota Avanza warna putih DK 1339 OD. Lalu korban berhenti di barat warung Putri Barokah di jalan Gatot Subroto, Kelurahan Banjar Tengah, Kecamatan Negara, untuk makan dan meninggalkan amplop yang berisi uang didalam mobil dan mengunci pintu mobil.

“Saat makan korban mendengar bunyi alarm mobil namun korban masih melanjutkan makan,” ungkapnya.

Lalu ketika selesai makan, korban kembali ke mobil dan mendapati kaca pintu depan sebelah kanan sudah pecah dan amplop yang berisi uang sudah tidak ada. Lalu, korban melapor ke Polres Jembrana.

Laporan itu kemudian ditindaklanjuti Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Yogie Pramagita dengan memerintahkan unit opsnal yang dipimpin Kanit I Iptu I Gede Alit Darmana untuk, melakukan penyelidikan.

Dari hasil olah TKP diperoleh petunjuk pelaku mengarah ke komplotan Temy Primadani dan Selasa (22/9/2020) diperoleh informasi kelompok ini berada di wilayah Jawa Tengah dan pukul 02.30 WIB bertempat di Hotel Asri Banjarnegara, Jalan Letjend Suprapto, Kelurahan Kuta Banjarnegara, Kecamatan Banjarnegara, Kabupaten Banjarnegara, mereka berhasil dibekuk.

Saat ditangkap mereka melawan sehingga terpaksa dilumpuhkannya dengan menembak kakinya. Dari keterangan tersangka, mereka berangkat dari Surabaya menuju ke Bali dengan mengendarai sepeda motor, sampai di Bali lalu melakukan survey di Bank BRI Cabang Negara.

Tersangka Temy masuk kedalam kantor Bank berpura-pura transaksi sambil memperhatikan calon korban, sedangkan tersangka lain menunggu diluar. Setelah menemukan target, tersangka Temy langsung menelpon tersangka yang lainnya secara pararel dan memberitahu target yang akan diambil uangnya.

Kemudian setelah itu para tersangka langsung membuntuti mobil Toyota Avanza warna putih No Pol DK 1339 OD yang dijadikan target dan mobil tersebut berhenti di barat warung Putri Barokah yang beralamat di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Banjar Tengah.

Kemudian tersangka Wewe (DPO) dan tersangka Ahmad Husni mendekati mobil tersebut lalu memukul kaca depan kanan dengan busi, kemudian didorong sampai pecah lalu uang didalam mobik diambil. Sedangkan tersangka yang lain memantau situasi.

“Mereka lalu kabur ke Timur,” ujarnya.

Diperjalanan mereka membagi uang tersebut dengan masing-masing sebesar Rp. 10 juta dan uang tersebut telah habis dibayarkan hutang, kemudian sisa Rp. 10 juta digunakan untuk ongkos pada saat melakukan pencurian tersebut.

“Mereka dijerat Pasal 363 ayat (1) ke 4 dan ke 5 KUHP diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan

- Advertisement -

Bayi Yang Dibuang, Lahir Di Kamar Mandi

NEGARA,balipuspanews.com- Kedua orang tua bayi perempun yang dibuang di bale bengong panti asuhan Giri Asih, Melaya, sudah diamankan polisi. Dari keterangan sementara, bayi hasil hubungan...

Usut Praktik Jual Beli Senjata Ilegal ke Separatis Papua

JAKARTA, balipuspanews.com - Praktik jual beli senjata ilegal ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang melibatkan oknum anggota Brimob harus diselidiki secara tuntas...
Member of