Komunitas Empelan Terbin ‘Sulap’ Lahan Tidur Ditanami Tanaman Sayuran

Lahan non produktif yang sudah ditanamai sayuran oleh Komunitas Empelan Terbin
Lahan non produktif yang sudah ditanamai sayuran oleh Komunitas Empelan Terbin

DENPASAR, balipuspanews.com – Di tengah pandemi Covid-19 tak menyurutkan semangat dan kepedulian terhadap lingkungan dengan berbagai aksi sosial. Seperti yang dilakukan Komunitas Empelan Terbin yang mampu menyulap lahan tidur atau tidak produktif ditanami tanaman sayur-sayuran.

Lahan seluas 15 are ini merupakan lahan tidur yang awalnya menjadi tempat pembuangan sampah dan puing-puing bangunan. Namun kepedulian terhadap lingkungan dari Komunitas ini, terbersit untuk membersihkan dan mengolah lahan tersebut agar bermanfaat untuk mempercantik kawasan ini menjadi hijau.

Aksi ini merupakan aksi positif, dimana mampu mempercantik wajah desa di tengah perkotaan Kota Denpasar. Disamping juga dapat menghasilkan kebutuhan beranekaragam kebutuhan sayuran.

Semangat dan kekompakan dari Komunitas Empelan Terbin ini berlanjut berkat dukungan dari Pemerintah Kota Denpasar dengan menjadikan lahan ini sebagai lahan Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

Pendamping Komunitas Empelan Terbin, I Gede Eka Bayu Setiawan, Rabu (22/9/2021), mengatakan, berawal dari kepedulian terhadap lahan yang dipenuhi sampah terbersit untuk membersihkannya untuk diolah menjadi lahan produktif sebagai pundi-pundi Komunitas.

Bersama 30 anggota komunitas ini, sehari-hari bergotong royong membersihkan dan merawat lahan ini menjadi lahan produktif untuk ditata dan diolah menjadikan lahan ini sebagai wahana edukasi bagi putra putri yang berada di Banjar Kepisah, Desa Sumerta Kelod, Kecamatan Denpasar Timur.

“Awalnya lahan ini dipenuhi sampah dna puing-puing bangunan. Dari sana kami bersama komunitas bergerak untuk membersihkan dan menata lahan ini untuk ditanami sayur-sayuran,” kata Bayu Setiawan yang juga sebagai Kelian Dusun di Banjar Kepisah.

Dirinya menuturkan beranekaragam tanaman sayur sudah ditanami diatas lahan ini. Bahkan, beberapa kali sudah pernah menikmati panen sayuran.

“Ada tanaman cabe, tomat, kale, pare, terong maupun serai,” paparnya.

Kendala, lanjut Bayu Setiawan, dalam pengolahan lahan ini terkendala air. Kendati ada saluran irigasi, sewaktu-waktu airnya kadang kering. Saat kering inilah menjadi kendala untuk menyiram sayur-sayuran yang ada disini.

“Kami berharap bisa membuat sumur bor di sini. Karena saat aur sungai ini kering kami kesusahan untuk memperoleh air untuk menyiram tanaman ini,” jelasnya didampingi Kepala Bidang Penganekaragaman Pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provisni Bali, Ir. Nyoman Suarta, M.Si.

Sementara Kasi Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Kota Denpasar I Ketut Sunaka, SP, mengapresiasi komunitas Empelan Terbin yang sudah mau mengolah lahan non produktif menjadi produktif.

Sunaka mengatakan Pemerintah Kota Denpasar sudah menggelontorkan bantuan kepada komunitas ini melalui bantuan dari Dana Anggaran Khusus (DAK) Non fisik pada tahun 2021 termin kedua.

Pihaknya berharap tempat ini nantinya dapat dijadikan sarana edukasi kepada anak-anak dalam pengenalan tanaman sayur-sayuran.

“Kami harap lahan ini ke depan terus berkembang sehingga dapat menjadi sarana edukasi terhadap anak-anak maupun sarana rekreasi. Karena disamping tempatnya yang bagus dan nyaman lahan ini mampu menjadi sarana edukasi terhadap beraneka ragam sayuran yang ditanam disini,” pungkas Sunaka.

Penulis : Budiarta

Editor : Oka Suryawan