Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Jakarta, balipuspanews. com – Jelang dimulainya Kongres Kebudayaan Indonesia 2018, persiapan-persiapan akhir terus dilaksanakan demi suksesnya hajatan penting untuk menghasilkan Strategi Kebudayaan.

Proses panjang Kongres Kebudayaan segera memasuki puncaknya, selain akan menghasilkan Strategi Kebudayaan kongres kali ini juga akan menghasilkan resolusi.

Dalam konferensi persnya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) RI Jakarta, Senin (3/12). Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid mengatakan kegiatan-kegiatan itu dirancang untuk menarik kaum muda dan masyarakat luas memahami kekayaan budaya Indonesia yang amat beragam.

“Tidak semua orang mampu mengekspresikan pikirannya lewat tulisan atau pidato, oleh karenanya kami pun memberikan kesempatan ekspresi budaya itu disampaikan dengan cara-cara lain,” ungkap Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid.

Perhatian utama pengunjung akan terpusat pada Panggung Kubah Bambu. Di sini ditegaskan bahwa bambu sebagai bahan dasar utama punya nilai filosofi tinggi dalam kebudayaan Indonesia. Bambu adalah tanaman serba guna yang bisa digunakan keseluruhannya dari ujung akar sampai ujung daunnya. Bambu juga merupakan akar dari banyak kebudayaan Indonesia.

Mulai 5 Desember Rangkaian kegiatan penting selain persidangan adalah pawai budaya, proses penyerahan strategi budaya, pidato kebudayaan, kuliah umum, juga penyampaian pendapat, debat publik, dan inspirasi yakni tukar pengalaman inspiratif kerja budaya. Kegiatan menarik lain yang akan digelar terkait posisi Indonesia selaku bangsa bahari adalah Pameran: Pengetahuan Tradisional Perihal Waktu. Pameran ini dikuratori seorang arkeolog yang berpengalaman mengeksplorasi pameran publik sebagai salah satu cara menyampaikan pengetahuan budaya. (Ivan/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...