26.8 C
Denpasar
29/05/2022, 4:28 AM
advertisementspot_img
BulelengKonservasi Lontar, Penyuluh Temukan 14 Cakep Lontar di “Markas” Cendekiawan Bali

Konservasi Lontar, Penyuluh Temukan 14 Cakep Lontar di “Markas” Cendekiawan Bali

balipuspanews google news
- Advertisement -

Singaraja,balipuspanews.com| Para Penyuluh Bahasa Bali di Kabupaten Buleleng melakukan langkah konservasi lontar di Desa Pakraman Buleleng. Langkah konservasi lontar tepatnya dilakukan di rumah Kelian Desa Pakraman Buleleng, Nyoman Sutrisna.

Rumah milik Sutrisna, pada masa lampau, diyakini sebagai lokasi berkumpulnya para cendekiawan dan pemikir Bali pada awal abad ke-20.

Lontar-lontar yang tersimpan di rumah Sutrisna, jumlahnya cukup banyak. Diperkirakan ada 14 cakep lontar yang tersimpan. Lontar yang disimpan itu, diyakini sebagai naskah hasil salinan lontar-lontar lain yang sebelumnya sudah ada di Bali.

Sejumlah lontar yang ditemukan, dinilai cukup menarik. Seperti lontar yang berisi kakawin Sutasoma dan lontar kakawin Arjuna Wiwaha. Berbeda dengan lontar pada umumnya, lontar-lontar yang tersimpan di rumah Sutrisna berisi arti dan intepretasi dari kakawin tersebut. Sehingga lontar-lontar itu juga disebut dengan Kakawin Arjuna Wiwaha Maarti dan Kakawin Sutasoma Maarti.

“Ini membuktikan bahwa lontar-lontar ini dibuat oleh cendekiawan di awal abad ke-20. Mungkin sekitar tahun 1930-an. Jika dilihat dari lontar, ini bukti bahwa mereka, pada masa itu, punya tata bahasa dan belajar sastra Jawa Kuno dengan sangat tertata,” kata Sugi Lanus, budayawan yang juga mengikuti proses konservasi lontar itu.

Baca :  Pasraman Sarwa Ada Taro, Konsisten Tanam dan Pelihara Pohon Upacara

Keyakinan itu juga semakin diperkuat dengan cerita historis, bahwa rumah yang kini ditempati Nyoman Sutrisna, digunakan sebagai lokasi berkumpulnya keluarga besar Alang Kajeng. Di lokasi ini pula diyakini para peneliti dari Belanda, berkumpul untuk mengumpulkan bukti-bukti ilmiah untuk bahan jurnal penelitian di masa lampau. Selain itu, di rumah itu juga diyakini sebagai lokasi untuk menyalin lontar, sebelum diserahkan ke Museum Lontar Gedong Kirtya.

“Jadi, dulu orang kalau mau punya lontar, harus disalin. Orang ini datang dulu ke rumah orang yang punya lontar. Lalu dibuat orat-oret dengan cepat. Kemudian di bawa lagi ke rumah ini, di Delod Peken, lalu disalin secara halus di atas lontar yang telah disiapkan pihak Gedong Kirtya. Setelah halus, diserahkan ke Gedong Kirtya. Jadi lontar yang disini itu, kebanyakan orat-oret. Tapi kualitas orat-oret yang bagus,” jelasnya.

Sementara itu, Kelian Desa Pakraman Buleleng, Nyoman Sutrisna mengaku lontar-lontar itu merupakan warisan turun temurun, terutama dari kakeknya yang bernama Nyoman Kajeng. Namun sejak mewarisi lontar-lontar itu, Sutrisna mengaku tidak tahu apa isi lontar-lontar tersebut.

Baca :  Diduga Setubuhi Perempuan Berkebutuhan Khusus, Pria asal Sawan Ini Ditetapkan Sebagai Tersangka

Sekadar diketahui, lontar-lontar yang ditemukan di lokasi tersebut, menggunakan bahasa Jawa Kuna dan bahasa Sansekerta. Kebanyakan membahas tentang kawisesan, wariga, usadha rare, serta ada pula ilmu kanuragan. Diperkirakan lontar-lontar itu ditulis pada tahun 1930-an.

“Kalau ada piodalan, terutama saat Saraswati, pasti ada pemujaan. Namun isi lontar itu kami tidak mengerti. Saudara saya dalam satu keluarga ini juga tidak tahu. Akhirnya hari ini saya beranikan buka, mempelajari apa isinya,” kata Sutrisna yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata Buleleng itu.

Setelah dikonservasi dan dipelajari oleh para Penyuluh Bahasa Bali, Sutrisna berencana menterjemahkan isi lontar tersebut. Sehingga isi dalam lontar, bisa dipelajari oleh generasi selanjutnya.

- Advertisement -
- Advertisment -

Terpopuler

Balipuspanews TV
Video thumbnail
Jajaran Pemerintah Kabupaten Buleleng Mengucapkan Selamat Hari Suci Idul Fitri 1443 Hijriah
01:09
Video thumbnail
Jelang Lebaran, Harga Kebutuhan Pokok di Karangasem Masih Stabil
01:11
Video thumbnail
Pelaku Illegal Logging Ditangkap Petugas TNBB
01:29
Video thumbnail
Memasuki Bulan Ramadhan, Kunjungan Wisatawan ke Desa Penglipuran Menurun
01:23
Video thumbnail
Tahap Perbaikan, Pelabuhan Padangbai Hanya Operasikan Satu Dermaga
01:27
Video thumbnail
Wujudkan Keselamatan Mudik Lebaran, Dishub Denpasar Cek Kondisi Angkutan
02:26
Video thumbnail
Nikahi Wanita Pujaan, Tersangka Narkoba Dikawal Ketat Polisi
03:03
Video thumbnail
Panen Raya, Karangasem Semakin Menggeliat Jadi Sentra Kapas
03:58
Video thumbnail
Jelang Arus Mudik, Sejumlah SPBU di Jembrana Diperiksa
02:41
Video thumbnail
Denpasar Akan Jadi Pilot Project Transisi Energi Bersih
02:29
Video thumbnail
Diserbu Pembeli, Agen Migor Curah di Pasar Negara Kehabisan Stok
01:42
Video thumbnail
Stok Solar untuk Nelayan Mulai Aman
02:17
Video thumbnail
Megangsingan Diinstruksikan Jadi Agenda Rutin Kepariwisataan
03:19
Video thumbnail
Kasus Gigitan Anjing Rabies Terus Bertambah, Vaksinasi Digencarkan di Zona Merah
01:47
Video thumbnail
Desa Adat Gerokgak Segera Buat Upacara Pasca Sejumlah Makam Dirusak Misterius
02:47
Video thumbnail
Kue “Hati” yang Dibagikan kepada Siswa SMP di Gianyar Negatif Narkoba
03:14
Video thumbnail
Orang Tak Dikenal Bagikan Kue ke Anak Sekolah Viral di Medsos, Polisi Lakukan Pengecekan
02:09
Video thumbnail
Percetakan Terbakar, Api Hanguskan Ribuan Naskah Ujian SD dan SMP se Kabupaten Buleleng
03:27
Video thumbnail
Pertamina Buka Suara Terkait Pasokan Pertalite dan Solar
03:07
Video thumbnail
Covid 19 Melandai, Kasus DBD Melonjak di Karangasem
01:34
Video thumbnail
449 Ribu Lebih Unit Motor di Bali Nunggak Pajak
03:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Dimulai Lagi, Sejumlah Sekolah Masih Terapkan PTM Terbatas
02:09
Video thumbnail
BBM Naik, Pertalite Mulai Langka di Gianyar
01:34
Video thumbnail
April 2022, Sebagian Besar Wilayah Karangasem Diperkirakan Memasuki Awal Musim Kemarau
02:04
Video thumbnail
Harga Minyak Curah di Karangasem Merangkak Naik
01:13
Video thumbnail
Selama Tiga Bulan, Kasus Gigitan Anjing Rabies di Jembrana Tertinggi di Bali
01:24
Video thumbnail
Erick Thohir Minta Fasilitas UMKM Lokal Diperluas di Pelabuhan Sanur
02:13
Video thumbnail
Sembahyang ke Pura Besakih Kena Retribusi, Ini Penjelasan Pengelola
02:30
Video thumbnail
Harga Lebih Murah, Warga Rela Antre Beli Migor Curah
01:09
Video thumbnail
Hujan Deras di Desa Mayong, Jalan Utama Sebagian Ambles Tergerus Longsor
01:49
Video thumbnail
Warga Korban Banjir di Desa Pengambengan Mulai Mengeluh Gatal gatal
02:07
Video thumbnail
Masyarakat yang Ikut Vaksinasi dan Bawa Sampah Plastik, Dapat Sembako
02:54
Video thumbnail
Bangkitkan Heritage City Tour, Sejumlah Dokar Gratis Disediakan di Denpasar
02:06
Video thumbnail
Vaksinasi Booster Masih Rendah, Buleleng Terus Kejar Target
02:31
Video thumbnail
BOR di Rumah Sakit Kabupaten Buleleng 1,72 persen
01:52
Video thumbnail
Presiden Jokowi Terima Pebalap MotoGP di Istana Merdeka
02:28
Video thumbnail
Desa Beraban dan Dauh Peken, Tabanan Ditetapkan Sebagai Desa Ramah Perempuan & Peduli Anak Bersinar
03:49
Video thumbnail
Tanah dan Air Suci dari Pura Pusering Jagat untuk IKN Nusantara Disaksikan Jokowi
03:57
Video thumbnail
Denpasar Targetkan Cakupan Vaksinasi Booster Capai 50 Persen di April 2022
02:33
Video thumbnail
Seluruh RTH Dibuka, Masyarakat Diimbau Jangan Lengah Prokes
01:32
Video thumbnail
Bookingan Kamar Hotel Penonton Moto GP Mandalika di Karangasem Terancam Batal
01:32
Video thumbnail
PTM di Buleleng Masih Dibatasi 50 Persen
01:45
Video thumbnail
Ribuan Lebih Produk Bernilai Puluhan Juta Hasil Penindakan Loka Pom Dimusnahkan
02:37
Video thumbnail
Pendakian Lewat Jalur Pura Pasar Agung Dilarang Jelang Piodalan Purnama Kedasa
01:29
Video thumbnail
Isoter Asrama Undiksha Ditutup
01:52
Video thumbnail
Kasus Terus Melandai, Vaksinasi Booster di Buleleng Terus Digencarkan
01:49
Video thumbnail
Genjot Vaksinasi Booster, Pemkab Jembrana Juga Sediakan Hadiah Menarik
02:26
Video thumbnail
Volume Sampah di Denpasar Meningkat 20 Persen Pasca Nyepi
02:32
Video thumbnail
PPKM Luar Jawa Bali Diperpanjang 1 14 Maret 2022 di 320 Daerah Level 3
01:57
Video thumbnail
Ratusan Personil Kebersihan Disiagakan Saat Malam Pengerupukan
01:33
Member of