Kamis, Juni 20, 2024
BerandaBulelengKonsumsi Narkoba, Makelar Tanah Dibekuk 

Konsumsi Narkoba, Makelar Tanah Dibekuk 

SINGARAJA, balipuspanews.com — Aparat Satuan Narkoba Polres Buleleng kembali membekuk seorang penyalahguna narkotika jenis sabu-sabu I Komang Adnyana alias Koming (32). Pria beralamat di Pulau Batam, Kelurahan Penarukan itu, terus menunduk sambil menutupi wajah dengan kedua tangannya, agar tidak tertangkap kamera awak media saat dihadirkan di Mapolres Buleleng, Selasa (30/4).

Koming mengaku mengonsumsi narkoba sejak enam bulan yang lalu, akibat terbuai rayuan teman. Barang haram itu ia pesan kepada seorang pengedar di wilayah Denpasar, melalui aplikasi WhatsApp.

Setiap minggu, sabu-sabu itu ia konsumsi sebanyak dua kali, agar kuat begadang.

“Saya suka menonton TV, jadi sering begadang. Setiap minggu beli 0.60 gram, seharga Rp 1.3 juta,” singkat pria yang bekerja sebagai makelar tanah ini.

Sementara, Kasat Narkoba Polres Buleleng, AKP I Ketut Suparta mengatakan, tersangka Koming diciduk pada Minggu (21/4) pukul 21.30 wita, di depan Wihara, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Buleleng. Penangkapan ini dilakukan bertepatan saat dirinya baru saja usai mengambil pesanan sabu, yang ditimpel di bawah sebuah tiang listrik.

BACA :  Penghijauan di Puncak Landep, BMI Buleleng Tanam Pohon Langka

Polisi berhasil menemukan satu bungkus plastik pilip berisi sabu, seberat 0.73 gram brutto dari tangan pelaku.

“Untuk sementara yang bersangkutan (Koming) berperan sebagai pengguna. Ini adalah jaringan kota Denpasar. Barang dipesan lewat telepon, lalu ditempel disuatu tempat,” katanya.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diakui AKP Suparta, pihaknya telah berhasil mengantongi identitas dari sang pengendar, yang diketahui berinisial D. Saat ini pihaknya telah memasukkan warga asal Kota Denpasar itu ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Akibat perbuatannya, Koming pun dijerat dengan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancamam hukuman paling lama 12 tahun penjara, serta denda paling banyak Rp 8 Miliar.

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular