15/08/2020, 1:52 AM
Beranda Bali Klungkung Kontrol Proyek Nusa Penida, Komisi II DPRD Klungkung Rapat dengan Dinas PUPR

Kontrol Proyek Nusa Penida, Komisi II DPRD Klungkung Rapat dengan Dinas PUPR

SEMARAPURA, balipuspanews.com -Terkait kelangsungan Proyek Jalan  di Nusa Penida ini diatensi Komisi II dengan menggelar Rapat Kerja terbatas, Senin (13/1/K 2020).

Komisi II Klungkung DPRD Klungkung menggelar rapat kerja yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Tjokorda Gede Agung dan Wakil Ketua Komisi II, Wayan Buda Parwata ini tidak hanya melibatkan Dinas PUPR, namun juga konsultan pengawas dan pihak rekanan.

Banyak hal yang mencuat dalam rapat kerja tersebut diantaranya soal adanya rekanan yang menawar proyek dibawah 60 persen dari nilai pagu.

Belum lagi proyek jalan di Nusa Penida tidak dibuatkan drainase sehingga kondisi aspal cepat rusak jika terjadi hujan dan banjir.

Disamping itu, aspal yang digunakan juga masih cold mix (aspal dingin). Salah seorang anggota Komisi II DPRD, AA Sayang Suparta menyarankan agar kedepan proyek jalan di Nusa Penida menggunakan aspal Buton (CPHMA). Karena aspal cold mix dinilai sudah tidak cocok dengan kondisi di Nusa Penida.

“Kalau saya lebih baik buat jalan sedikit, ketimbang tidak berkualitas dan cepat hancur,” ujar AA Sayang.

Gayung bersambung Kadis PUPR Klungkung, AA Gede Lesmana mengatakan kalau Dinas PU juga ingin ada perubahan.

Hanya saja perubahan yang akan dilakukan harus diterima rekanan maupun konsultan. Belum lagi jumlah rekanan yang mau mengerjakan proyek jalan di Nusa Penida sangat terbatas. Bisa dihitung dengan jari.

Disamping itu, di Nusa Penida juga masih terkendala angkutan. Karena Klungkung belum memiliki pelabuhan.

“Walaupun ada dua kapal tongkang juga belum maksimal. Gunakan aspal beton juga harus ada AMP di Nusa Penida dan butuh alat angkutnya,” ungkap AA Lesmana.

Lebih jauh AA Lesmana juga mewacanakan akan menggunakan aspal dari bahan limbah plastik untuk mengerjakan proyek jalan di Klungkung. Hanya saja rencana tersebut harus dikaji lagi secara matang.

Termasuk berkoordinasi dengan Kementrian PUPR. Apalagi rencana tersebut dilakukan tidak hanya sebagai program inovasi, namun juga untuk mengatasi masalah limbah plastik di Klungkung.

Rencana penggunakan aspal dari bahan plastik ini juga disambut positif anggota Komisi II DPRD, AA Sayang. Malah AA Sayang berharap Dinas PUPR bersama-sama dengan DPRD untuk melakukan koordinasi dan study banding. Karena selama ini antara Dinas PU dan DPRD jalan sendiri-sendiri. Beda lagi dengan anggota Komisi II DPRD lainnya, Gde Arstison Andarawata.

Pihaknya berharap Dinas PUPR lebih mengkaji lagi masalah dampak lingkungannya.

“Jangan sampai proyek sudah jalan malah menimbulkan masalah baru seperti merusak lingkungan,” katanya.

Sementara itu dari pihak reknan maupun konsultan yang hadir sebagian besar mengeluhkan masalah pengangkutan barang yang selama ini terjadi di Nusa Penida. Karena tak sedikit proyek yang dikerjakan molor karena masalah angkutan. Disamping juga harga buruh proyek lokal cukup mahal sehingga pihak rekanan terpaksa mencari tenaga dari luar Bali.

“Kami dari konsultan pengawas juga terkendala fasilitas. Karena di RAB hanya dicantumkan biaya perorangan. Sedangkan untuk biaya penginapan kos kita tanggung sendiri,” ujar salah seorang konsultan pengawas, Nyoman Suparta.

Terhadap persoalan tersebut, AA Sayang langsung menyarankan agar Pemkab mengundang pihak kejaksaan untuk ikut memberikan masukan jika ada penawaran tidak wajar.

“Bagi saya rekanan yang menawar sampai dibawah 60 persen bukan tidak wajar lagi. Melainkan kurang ajar. Jadi saya sarankan untuk betuk tim dengan mengundang kejaksaan jika ada penawaran yang tidak wajar,” terangnya.

Sementara Asisten III Pemkab Klungkung, Ni Luh Ketut Ari Citrawati mengatakan penawaran rendah yang diajukan pihak rekanan tidak hanya terjadi di Klungkung. Namun juga terjadi di seluruh kabupaten di Bali.

Apalagi ada rekanan yang sampai menawar 60 persen dari nilai pagu. Tapi disatu sisi, pihak Pemkab tidak bisa langsung menggugurkan karena terbentur aturan . (Roni/BPN/tim)

Menghilang dari Rumah, Korban Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

GIANYAR, balipuspanews.com - Sempat hilang dari rumah, Ni Ketut Dani,49, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Subak Sudimara, Lingkungan Sema, Kelurahan Bitera,...

Kuasa Hukum Jerinx SID Ajukan Penangguhan Penahanan

DENPASAR, balipuspanews.com - Kuasa hukum Wayan Gendo Suardana SH, Jumat (14/8/2020) siang, mendatangi penyidik Ditreskrimsus Polda Bali untuk menyerahkan surat penangguhan penahanan terhadap Jerinx...