
KARANGASEM, balipuspanews.com-
Munculnya informasi petugas pemakaman korban covid-19 panen honor diklarifikasi oleh Koordinator tim gabungan evakuasi dan pemakaman jenazah covid-19 Ida Ketut Arimbawa.
Pria yang juga PLT. Kalaksa BPBD Karangasem itu menepis tuduhan yang bisa memunculkan kegaduhan itu.
Ia ingin meluruskan bahwa anggapan tersebut cukup keliru, dimana sebelum bulan Januari 2021 lalu, petugas evakuasi dan pemakaman jenasah pasien covid-19 yang terdiri dari perwakilan sejumlah OPD di Karangasem hanya menerima uang lelah sebesar Rp 75 ribu dalam sehari.
“ Kami ingin meluruskan, memang sebelum bulan Januari ada yang namanya uang lelah dari dana APBD sebesar Rp 75 ribu dan itu untuk uang lelah satu hari, bukan dihitung per pemakaman,” jelasnya.
Namun dalam pelaksanaannya, ternyata kebanyakan anggota BPBD yang bergerak untuk melaksanakan pemakaman dibandingkan perwakilan OPD hingga menyebabkan kewalahan saat melakukan evakuasi dan penanganan.
Dengan mempertimbangkan resiko, mulai dari resiko terpapar Covid-19 hingga resiko konflik dimasyarakat, Arimbawa mengaku mengusulkan untuk dilakukan evaluasi agar ada peningkatan kesejahteraan.
“ Pada bulan Januari, dilaksankan rapat, saya tawarkan paling tidak ada lah perhatian peningkatan uang keringat bagi petugas, kemudian kita cari refrensi ke kabupaten lain, hasilnya ada yang Rp 300 ada juga yang Rp 250 dan akhirnya disepakati Rp 250 didalam rapat,” terang Arimbawa.
Hanya saja, meski telah disepakati, ternyata dari Januari sampai bulan Juni 2021 dana atau uang saku tersebut tidak pernah teramprah alias tidak cair dikarenakan ada keraguan didalam regulasinya, nah selama ini untuk kebutuhan makan minum anggota ataupun hanya sekedar membeli kopi sepenuhnya menggunakan uang pribadi.
Sebelumnya, ia juga sempat berencana untuk memberikan kesempatan menjadi kordinator evakuasi dan penguburan jenasah kepada yang lain, hanya saja tidak ada yang mau. Oleh karena itu ia ingin meluruskan jangan sampai ada anggapan yang bukan – bukan, karena BPBD tetap bertugas untuk kemanusiaan.
“ Kalau ada ya kita syukuri, namun jika tidak ada ya kita tidak masalah, kita BPBD tetap bertugas untuk kemanusiaan,” tandas Arimbawa.
Penulis : Gede Suartawan
Editor : Oka