Kepala Dispustaka, Drs. I Wayan Astika, MSi, bersama stafnya langsung menemui ke penerima bantuan ke rumah masing-masing tempat tinggalnya
Kepala Dispustaka, Drs. I Wayan Astika, MSi, bersama stafnya langsung menemui ke penerima bantuan ke rumah masing-masing tempat tinggalnya

KARANGASEM, balipuspanews.com – Belum redanya dampak pandemi Covid-19, Koperasi simpan-pinjam dan Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispustaka) Karangasem, melakukan gerakan peduli kasih memberikan kepada seluruh staf Dispustaka 50 paket sembako, Kamis (28/5/2020).

Paket sembako kali ini, disamping diberikan langsung kepada seluruh tenaga kontrak, juga ASN mendapatkan paket yang sama.

Sumber dana pembelian sembako dan uang Rp100.000 gabungan dari penyisihan THR (Tunjangan Hari Raya) yang diterima oleh ASN setiap setahun sekali oleh pemerintah ditambah keuntungan Koperasi Simpan-Pinjam ASN Dispustaka yang berdiri sejak tahun 2010 lalu. Isi paket sembako meliputi beras, telur, teh, minyak dan mie instan.

Sebelumnya awal bulan Mei lalu Dispustaka, melakukan gerakan kemanusiaan yang sama, membagikan sebanyak 38 paket sembako kepada warga masyarakat yang kurang mampu karena sakit dan penurunan penghasilan di wilayah sekitar kantor Dispustaka dan tiga kelurahan/desa di lingkungan wilayah Kecamatan Karangasem, meliputi warga di Jalan Ngurah Rai Amlapura, Karang Tebu, Karang Pati dan Banjar Pebukit (Kelurahan Karangasem), Banjar/Lingkungan Kertasari (Kelurahan Padangkerta) dan Banjar Tegalinggah (Desa Tegalinggah), serta pegawai non ASN di lingkungan Dispustaka.

Dana berasal dari donasi secara sukarela pribadi seluruh ASN Dispustaka menyisihkan pendapatannya dikumpulkan dibelikan sembako.

Kepala Dispustaka, Drs. I Wayan Astika, MSi, bersama stafnya langsung menemui ke penerima bantuan ke rumah masing-masing tempat tinggalnya di tiga kelurahan/desa.

Salah satunya warga penerima bantuan, tinggal di sekitar kantor Dispustaka, tepatnya sebelah barat berbatasan dengan tembok penyengker kantor Dispustaka. Namanya Ni Made Menter, yang kerap disapa Dadong Bendol, usianya renta 80 tahun.

Hidup sebatang kara, suami dan anak-anaknya telah lama tiada. Penyambung hidup Dadong Bendol hanya mengandalkan bantuan keluarga dan hasil mengais rejeki memungut rongsokan botol plastik kemasan di jalan.

Padagang makanan keliling, I Nengah Bakti, tinggal disebelah selatan Kantor Dispustaka yang kesehariannya berjualan di Dispusataka, juga mendapat bantuan sembako. Bantuan sembako langsung diserahkan Astika saat bakti menjajakan dagangannya Kantor Dispustaka.

“Suksma sampun diberikan bantuan, selama wabah virus, tyang hanya polih madolan 50 % dari biasanya Rp300.000 sehari,” (terima kasih atas bantuannya, selama wabah virus, saya hanya dapat jualan 50% dari biasanya Rp300.000 sehari), kata Bakti Di Kelurahan Padangkerta, tepatnya di Banjar/Lingkungan Kertasari, juga bantuan sembako diserahkan Astika kepada Desak Nyoman Tirta (67), kurang mampu dan menderita kedua kaki lumpuh.

Di tempat lain, Benjar Pebukit, Jalan Pesagi, Kelurahan Karangasem, bantuan diberikan kepada I Made Raka, hidupnya sebatang kara, istri lama meninggal dan usia telah uzur 82 tahun.

Telah lama menderita sakit, kedua matanya buta dan mengidah prostat tahunan.

Hidup keseharian Raka, mengandalkan bantuan dari pihak dari keluarga istrinya yang juga masih keponakannya, I Wayan Jaya Arimbawa. Katanya Raka, dirinya merasa senang dan terima kasih saat suasana pandemi Covid-19, mendapatkan bantuan dari Dispustaka.

Staf kontrak Dispustaka, I Wayan Jaya Arimbawa, mewakili rekan-rekan kerjanya mengatakan, dirinya senang bersyukur dapat perhatian bantuan dari Dispustaka dan teman-teman ASN, bantuan ini dapat meringankan beban hidup sehari-hari rumah tangga.

Kepala Dispustaka, I Wayan Astika, didampingi Sekretaris Dispustaka, Iwan Suparta mengatakan, berdonasi kepada sesama dikala musibah pandemi Covid-19, murni gerakan kemanusiaan, memberi tali kasih kepada mayarakat yang membutuhkan, meski nilainya tidak banyak, tetapi memiliki arti besar, dapat memupuk keharmonisan, kebersamaan dan gotong royong
diantara anak bangsa.

“Berbagi kemanusiaan hendaknya tidak hanya kepada teman di tempat kerja kantor saja, juga lingkungan disekitar rumah menjadi perhatian,” harap Astika kepada staf pegawainya.

Terkait dengan kegiatan dinas selama pandemi Covid-19, Astika menjelaskan, kegiatan dinas di kantor tetap jalan, layanan baca-pinjam buku di Dispustaka tetap buka setiap hari kerja.

Penulis/Editor : Pasek Antara/Artayasa