Nyoman Antara korban penembakan menjalani perawatan intensif di RS Kertha Usada Singaraja
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com — Berhasil melewati masa kritis, Nyoman Antara (47) korban penembakan dilakukan oleh pelaku Nengah Sudiawan (34) di Banjar Mengandang, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng dirujuk ke RSUP Sanglah, Denpasar, pada Senin (12/3) sekitar pukul 19.00 wita.

Kepala Bidang (Kabid) Keperawatan RS Kertha Usada, Ni Putu Ayu Darmadi menjelaskan, pasien korban luka tembak yang sempat menjalani perawatan di ruang ICU lantaran sesak nafas, sudah dirujuk ke RSUP Sanglah pada Senin (12/3) sekitar pukul 19.00 wita.

“Setelah dipasang selang di paru-paru, kondisi pasien sudah mulai stabil. Jadi, transportable untuk dirujuk ke RSUP Sanglah, dan kita langsung rujuk, karena pasien memerlukan penanganan lebih lanjut untuk mengeluarkan dua butir peluru, satu butir masih tertancap di leher kanan, dan satunya lagi masuk ke dalam organ vital tubuh pasien,” ungkap Kabid Ayu dikonfirmasi, Selasa (13/3) sore.

Mengeluarkan butir peluru, sebut Ayu, pasien harus menjalani operasi bedah torak (dada).

“Memerlukan dokter khusus untuk bedah torak, dan peralatan media disana (RSUP Sanglah) tentunya lebih lengkap,” katanya.

Selain menjalani operasi bedah torak, imbuh Ayu, untuk mengeluarkan satu butir peluru masih bersarang di bagian leher kanan pasien juga membutuhkan penanganan khusus, jika dipaksakan rawan mengalami pendarahan.

“Peluru bersarang di leher sangat rawan mengalami pendarahan, ada pembuluh darah besar-besar disitu (leher). Kalau itu kita paksakan keluarkan, takutnya terjadi pendarahan hebat. Maka dari itu kita rujuk,” bebernya.

Kabid Ayu kemudian memaparkan posisi satu butir peluru senapan angin masih menginap di organ vital tubuh pasien Antara.

“Satu peluru yang berada di pembuluh darah paru paru sangat berbahaya, karena sewaktu-waktu peluru bisa bergerak sendiri, menyumbat, dan mengakibatkan pasien mengalami sesak nafas,” terangnya.

Terpisah, Ketut Restaka selaku adik korban Nyoman Antara ketika dihubungi mengatakan bahwa saat ini kakaknya masih menjalani perawatan di ruang unit gawat darurat (UGD) RSUP Sanglah, Denpasar

“Kakak saya (Nyoman Antara) sekarang masih di UGD. Belum, kami belum mengetahui kapan jadwal akan dioperasi,” singkat Restaka dihubungi melalui telepon seluler.

Sementara, Kapolsek Kubutambahan, AKP Made Mustiada mengungkapkan bahwa saat ini pelaku penembakan Nengah Sudiawan beserta barang bukti masih diamankan di Mapolsek Kubutambahan.

Atas perbuatannya, elaku dijerat Pasal 351 ayat 1 dan 2 tentang penganiayaan.

“Pelaku penembakan diancam dengan Pasal 351 ayat 1 dan 2 dengan ancaman pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan,” jelasnya.

Tinggalkan Komentar...