Jalan merangkak
sewa motor matic murah dibali

Jembrana,  balipuspanews. com – Ida Bagus Surawan (64), warga Banjar Batuagung, Desa Batuagung, Jembrana merangkak bertumpu dengan kedua lututnya sepanjang 1 km, setelah perhitungan cepat suara masuk 100 persen dan Koster-Ace dinyatakan menang terhadap lawannya.

“Saya merangkak satu kilometer itu karena bayar sesangi (kaul) yang saya ikrarkan dua bulan lalu. Jika Koster-Ace menang, saya berjanji akan merangkak dari gerbang desa hingga depan Pura Dalem,” ujarnya Ida Bagus Surawan (64) ditemui di rumahnya, Kamis (28/6).

Lebih jauh pensiunan PNS guru SMP ini, kemarin malam langsung merangkak.

Tidak tangung-tanggung, dengan ditonton ratusan warga setempat, Kakiang Surawan demikian akrab dipanggil merangkak bertumpu dengan kedua lututnya sepanjang 1 km. Penyuka kayu-kayu bekas untuk disulap menjadi karya seni ini berjalan merangkak dari gerbang Desa Batuagung hingga di depan Pura Dalem Batuagung.

Bahkan aksi kakek yang telah memiliki anak serta cucu ini sempat diabadikan melalui kamera video oleh salah seorang warga setempat dan mengungahnya di facebook hingga menjadi viral.

Komentar dari warga net pun sangat beragam, ada yang memuji atau menyanjung, namun ada pula yang mencibir sebagai tindakan kurang kerjaan.

Sesangi (janji) tersebut diucapkan oleh pria penyuka scuter ini sekitar dua bulan lalu saat putaran Pilgub Bali berlangsung di Pura Dalem Batuagung.

Namun sesangi tersebut dia ucapkan dalam hati lantaran saat itu dia merasa ketar-ketir dan kuatir jagonya tidak bisa menang dalam pertarungan.

“Saya sejak jauh sebelum putaran Pilgub Bali dimulai sudah menjatuhkan pihan kepada Koster-Ace karena Bapak Koster telah banyak berbuat untuk Jembrana dan desa kami,” imbuhnya.

Saat membayar kaul dengan merangkak sepanjang satu kilometer, dia mengaku tidak merasa kelelahan, termasuk tidak merasakan sakit pada kedua lututnya karena saking gembira dan bahagianya Koster-Ace memenangkan Pilgub Bali.

Baru tadi pagi dia merasakan perih pada kedua lututnya dan setelah dilihat ternyata kedua lututnya mengalami luka lecet yang serius. Diapun kemudian mengobati luka-luka tersebut dengan obat merah serta daun lidah buaya.

“Padahal saya merangkak menggunakan celana panjang dan tidak memakai baju, tapi ternyata kedua lutut saya luka, mungkin karena merangkaknya di aspal ya?. Tapi tak apalah, tidak ada artinya luka dikedua lutut saya dibandingkan perjuangan para tim pemenangan dan relawan untuk memenangkan Koster-Ace,” tuturnya.

Kini kedepannya, dia menaruh harapan kepada Koster-Ace agar dalam memimpin Bali bisa memperhatikan Kabupaten Jembrana, terutama lebih memperhatikan desa-desa adat dan yang terpenting menurutnya adalah menghentikan rencana reklamasi teluk Benoa.

“Saya tidak minta keuntungan secara pribadi dari Koster-Ace, tapi tolong perhatikan Jembrana agar lebih maju dan lebih memperhatikan desa adat,” tutupnya. (Nm/bpn/tim)

 

 

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here