Gubernur Koster ketika menerima audensi PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada Senin (13/5) siang
Gubernur Koster ketika menerima audensi PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada Senin (13/5) siang
sewa motor matic murah dibali
DENPASAR, Balipuspanews.com – Persoalan bidang keterampilan tenaga kerja lokal dan pengembangan pelaku bisnis start up dari kalangan fresh graduate atau milenial menjadi perhatian serius Gubernur Wayan Koster.
Keinginan serius ini kemudian disampaikan Gubernur Koster ketika menerima audensi PT Penjamin Kredit Daerah (Jamkrida) dan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali di Kantor Gubernur Bali, Denpasar pada Senin (13/5) siang.
Gubernur Koster yang juga ketua DPD PDIP Bali ini meminta agar PT Jamkrida dan BPD Bali agar membantu mengatasi persoalan ini melalui berbagai kebijakan yang akan dirancang pihaknya.
“Kita siapkan sistem yang bisa mendukung para lulusan ini agar bisa dikelola dengan baik, harus ada kepastian. Sistem pendidikannya sudah baik, sekarang bagaimana setelah lulus? Harus diatur sedemikian rupa, kemana dia setelah lulus?” terang Gubernur.
Koster juga menambahkan bahwa perlu ada sinergi yang baik antara SMK dan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk menyiapkan lulusan yang siap dan terampil sebelum terjun langsung ke dunia kerja.
“Dipersiapkan dengan benar agar siswanya benar-benar siap dengan cakupan yang lebih luas. Siapkan bahan ajar, pengajar dan sebagainya sesuai dengan kebutuhan industri misalnya,” kata Koster.
Koster kemudian menyontohkan saat ini di Bali sangat membutuhkan pramuwisata untuk wisatawan asal Cina yang dalam beberapa tahun terakhir jumlahnya naik cukup signifikan Bahkan mendominasi kunjungan. wisatawan ke Bali.
“Mesti ada yang menangani, untuk pelatihannya seperti apa? Agar setelah lulus mereka langsung ikut pelatihan, sudah punya gambaran. Begitu juga soal administrasi dan biaya sudah ada skemanya, lengkap semuanya,” tegas Koster.
Sementara itu, untuk mereka yang memulai usaha secara mandiri atau yang beken dengan sebutan start up, Koster meminta PT Jamkrida dan BPD Bali agar membatu memfasilitasi dengan berbagai kemudahan terkait permodalan guna pengembangan usaha mereka.
 “Kita petakan juga klasifikasi start up-nya apa saja? Karena di Bali, kita lihat relatif sedikit usaha skala besar, lebih baik fokus saja kepada UMKM” terangnya.
Dalam kesempatan itu, diserahkan pula BUMD Award 2019 oleh Kemendagri RI kepada Gubernur Bali selaku Pembina BPD Bali serta Jamkrida Bali.
“Kriterianya, dilihat dari kinerja yang meningkat termasuk dari sisi keuangan yang dalam penilaian masuk kategori sangat sehat,” tutur Direktur PT Jamkrida Bali I Ketut Widiana Karya, (rls/bpn/min).

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here