Bendera Partai Pengusul dan Pendukung berada di barisan terdepan mengantar pasangan Wayan Koster-Cok Ace berjalan menuju Wiswa Sabha
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Wayan Koster – Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati (Wayan Koster- Cok Ace) yang diusulkan partai gabungan PDI Perjuangan, Hanura, PAN dan PKPI serta didukung PKB juga PPP merasa bersyukur memperoleh undian nomor urut pertama tersebut.

Pasalnya hal itu sesuai dengan tag line selama ini ‘Salam Satu Jalur’ dan Koster Bali Satu (KBS) serta rencana sistem pembangunan tata kelola Bali dalam satu pola manajemen pembangunan, yakni Pola Pembangunan Semesta Berencana (PPSB).

Hal itu disampaikan Wayan Koster pada Rapat Pleno Terbuka Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Pasangan Calon serta Penetapan Daftar Pasangan Calon (DPC) Gubernur dan Wakil Gubernur Bali Tahun 2018, di Wiswa Sabha Utama Kantor Gubernur Bali, Selasa (13/2).

“Tentu sangat merasa bersyukur karena sesuai harapan juga seirama dengan tag line kita yakni Satu Jalur. Sehingga nantinya akan lebih cepat mengena dan diterima di hati publik,” ujarnya.

Selain itu, makna angka 1 (satu) juga sesuai dengan konsep pembangunan yang ditawarkan pasangan calon yang sama-sama bergelar doktor dan berlatar belakang akademisi ini. Ditambahkannya, bahwa pembangunan Bali mesti menggunakan tata kelola satu manajemen pembangunan melalui PPNSB.

“Kami ingin membangun Bali ini ke depan dengan pendekatan melihat Bali sebagai satu wilayah, satu pulau dan satu tata kelola manajemen pembangunan melalui sistem Pola Pembangunan Semesta Berencana (PPNSB),” urainya.

Wayan Koster-Cok Ace: Salam 1 Jalur

Dengan begitu, lanjut Koster, pembangunan di Bali secara kewilayahan akan mengalami pemerataan. Alhasil, harapan pembangunan yang berkeadilan serta pemerataan antar kabupaten/kota beserta masyarakatnya akan terwujud.

Selanjutnya meski optimistis meraih kemenangan Koster telak dengan raihan angka minimal 70 persen di Pilgub Bali yang akan berlangsung pada 27 Juni 2018, Koster selalu mengajak Tim Pemenangan KBS-Ace beserta pendukungnya dengan cara-cara yang santun, bersih dan bermartabat.

“Karena kami ingin pemilihan kepala daerah di Bali (Pilgub) berjalan dengan nyaman, damai dan demokratis,” tegasnya.

Tak jauh beda, Ketua KPU Bali Dewa Kade Wiarasa Raka Sandi pula mengharapkan pelaksanaan Pilgub Bali 2018 berjalan lancar dan damai.”Karena Bali adalah barometer Indonesia di mata dunia. Sehingga Pilgub Bali akan menjadi cerminan dari kehidupan demokratis Indonesia di mata internasional,” katanya.

Advertisement

Tinggalkan Komentar...