RSU Klungkung
RSU Klungkung

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Para pasien menyerbu Rumah Sakit Klungkung ditengah lengangnya Kota Klungkung, Kamis (26/3/2020).

“Ya pasien yang datang sekitar 100,Pagi 60 dan sore 40,” kata Direktur Rumah Sakit Klungkung,Dr Nyoman Kesuma.

Lebih jauh, kata Kesuma dari ratusan pasien yang datang belum ada teridentifikasi suscept Corona.

Sementara itu berdasarkan pantauan dilapangan tampak para petugas medis dan Dokter di UGD RSU Klungkung cukup kewalahan menerima lonjakan pasien .
Seorang pasien dari Jumpai Kanginan yang diantar oleh para pecalang Jumpai ke UGD RSU KLungkung.

Kedua pecalang yang bertugas ditemui di UGD RSU Klungkung ,Wayan Budiarta dan Wayan Wiksa mengakui dirinya sedang mengantar seorang pasien yang mengalami sesak nafas dari Jumpai Kanginan.

Menurut  Kadek Supartika keluarga pasien menyatakan kakaknya Wayan Sunarta mengalami sakit sejat beberapa hari yang lalu.

“ Kakak saya Wayan Sunarta sedang mengalami sakit sesak nafas sejak tiga hari yang lalu. Karena tidak tahan lagi saya bawa ke UGD RSU Klungkung,”ujarnya terengah engah.

Disisi lain, suasana Nyepi sipeng yang digelar di Kabupaten Klungkung bertepatan dengan Hari Raya Nyepi tahun baru saka 1942 pada Rabu(25/3) berlanjut dengan pelaksanaan Instruksi Gubernur Bali Wayan Koster agar warga pada Kamis (26/3) berdiam dirumah sehari tampaknya berjalan cukup tertib.

Hal itu tampak dipatuhi warga  Klungkung utamanya diwilayah Kabupaten Klungkung.

Suasana tertib juga tampak dikawasan seputar Catus Pata Perempatan Agung Klungkung dimana tampak pengamanan langsung dipimpin Jro Bendesa Semarapura Wayan Budarsana mengomando para pecalang desa adat Semarapura untuk selalu waspadai dan menjaga ketertiban utamanya diwilayah desa adat kota Semarapura.

Diakui Jro Bendesa Wayan Budarsana walaupun dalam pengamanan tersebut sering ada upaya warga yang tidak mengindahkan instruksi diam. (Ron/BPN/tim)