Kota Tabanan dan Kota Singasana, Dua Identitas yang Menjadi Kebanggaan Bersama

- Advertisement -
- Advertisement -

TABANAN, balipuspanews.com – Penataan kawasan Jalan Gajah Mada, Tabanan, tidak hanya bertujuan mempercantik wajah kota, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas daerah, menumbuhkan kebanggaan masyarakat, serta merefleksikan perjalanan sejarah Kabupaten Tabanan.

Keberadaan tulisan Kota Tabanan di kawasan tersebut belakangan menjadi perhatian masyarakat. Hal ini memunculkan pertanyaan seiring penggunaan nama Singasana sebagai identitas pusat pemerintahan Kabupaten Tabanan saat ini.

Untuk memahami hal tersebut, identitas suatu daerah perlu dilihat secara lebih luas. Identitas tidak hanya terbentuk dari penamaan administratif, tetapi juga tumbuh melalui sejarah, perkembangan wilayah, nilai-nilai budaya, dan ingatan kolektif masyarakat.

Melalui penataan Jalan Gajah Mada yang menghadirkan lima tulisan, yakni AMAN UNGGUL MADANI, TABANAN ERA BARU, JAYANING SINGASANA, KOTA SINGASANA, dan KOTA TABANAN, Pemerintah Kabupaten Tabanan berupaya menampilkan beragam representasi identitas daerah yang mencerminkan semangat pembangunan, karakter, serta perjalanan Tabanan dari masa ke masa.

Kota Singasana merepresentasikan identitas yang melekat pada pusat pemerintahan Kabupaten Tabanan saat ini. Sementara itu, Kota Tabanan merupakan bagian dari identitas historis dan perjalanan perkembangan daerah yang tetap memiliki nilai tersendiri dalam ingatan masyarakat.

BACA :  GKR Hemas: Kepemimpinan Perempuan Perlu Dukungan Kesempatan yang Setara

Kedua identitas tersebut tidak perlu dipertentangkan. Sebaliknya, pemahaman terhadap keduanya dapat memperkaya perspektif masyarakat mengenai sejarah, perkembangan, dan karakter Kabupaten Tabanan.

Penataan ruang publik juga memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar menghadirkan keindahan. Ruang publik dapat menjadi media komunikasi visual untuk menyampaikan pesan tentang jati diri daerah, semangat pembangunan, serta nilai-nilai yang ingin diwariskan kepada generasi mendatang.

Karena itu, merawat identitas masa lalu sekaligus memperkuat identitas masa kini merupakan bagian dari upaya membangun daerah yang berkarakter. Kemajuan tidak mengharuskan suatu daerah meninggalkan sejarahnya. Sebaliknya, pengalaman masa lalu dapat menjadi pijakan untuk menatap masa depan.

Tabanan memiliki sejarah, Singasana memiliki identitas, dan keduanya merupakan bagian dari kebanggaan bersama.

Beragam tulisan yang hadir di ruang publik tersebut diharapkan dapat memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya. Selain itu, keberadaannya juga diharapkan menumbuhkan pemahaman bahwa identitas Tabanan terbentuk melalui perjalanan panjang yang terus berkembang.

Penulis : Kadek Adnyana
Editor : Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular