Sosialisasi dalam rangka evaluasi kota tangguh bencana di ruang rapat Kriya Gosana, Puspem Badung
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Mangupura, balipuspanews.com – Untuk meningkatkan upaya dan kewaspadaan terhadap bencana alam Pemkab Badung menggelar sosialisasi dalam rangka evaluasi kota tangguh bencana di ruang rapat Kriya Gosana, Puspem Badung Senin (16/7) yang dihadiri Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Badung Nyoman Wijaya dan narasumber Deputi Pengurangan Resiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Cahyo Nugroho beserta fasilitator pusat dan jajaran OPD di lingkungan Pemkab Badung.

Kepala BPBD Badung Nyoman Wijayamenyampaikan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang penanganan resiko bencana yang di antaranya dilakukan dengan pembentukan sekolah aman bencana, desa aman bencana, dan pemasangan rambu-rambu bahaya tsunami, longsor, banjir dan lain-lain.

“Selain itu, kegiatan ini juga berisi sosialisasi dan evaluasi kota tangguh bencana yang tak hanya dinilai oleh BPBD saja, melainkan kegiatan penanggulan instansi yang ada di Kabupaten Badung yang berkaitan dengan pengurangan resiko bencana secara terpadu, terarah dan teroganisir, “ ujarnya.

Ditambahkannya, dalam peningkatkan kapasitas itu BPBD tak bisa bekerja sendiri harus melibatkan semua instansi terutama dinas kesehatan, PMI, rumah sakit, BMKG, tim SAR, Damkar, TNI/Polri dan dukungan Pemkab Badung.

“Karena bencana itu urusan bersama, tindak lanjutnya akan terus dilakukan pembinaan pendataan sejauh mana upaya-upaya yang ditindaklanjuti dalam peraturan bisa dijalankan,” pungkasnya.

Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Badung No. 3 Tahun 2012 tentang kapasitas daerah dijelaskan bahwa kapasitas atau kemampuan daerah mengelola dan melakukan upaya-upaya pengurangan resiko bencana diharapkan dapat dilakukan secara terarah, terpadu serta terkoordinir dengan baik.

“Untuk itu kegiatan sosialiasi dan evaluasi ini menjadi penting karena materi yang disampaikan berkenaan dengan kriteria penilaian kota tangguh bencana dan pengetahuan tentang penanggulangan bencana agar kita menjadi paham bagaimana cara menghadapi bencana dengan baik dan benar,” kata Wijaya. (Angga/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...