sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com — Mengoptimalkan upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) mengajak masyarakat di Kabupaten Buleleng untuk mengetahui serta mengenali lebih jauh seperti apa anti korupsi itu, karena masyarakat harus tahu tugas KPK itu bukan hanya sekedar penangkapan saja, tetapi ada salah satu tugas KPK lainnya yaitu pencegahan.

Hal tersebut disampaikan oleh Fungsional Pencegahan KPK Gumilar Prana Wilaga  pada sesi sosialisasi kepada masyarakat umum, serangkaian acara Roadshow Bus KPK “Jelajah Negeri Bangun Anti Korupsi” 2019, bertempat di Taman Kota Singaraja, Sabtu (27/7).

Gumilar mengatakan pencegahan korupsi sebaiknya dilakukan sejak usia dini. Didalam Bus KPK terdapat pameran buku antikorupsi yang disajikan dalam berbagai format, antara lain komik, cerpen, bacaan, cerita bergambar, puisi, serta disediakan perangkat computer yang didalamnya terdapat aplikasi permainan anak-anak terkait dengan antikorupsi.

“Ini tujuannya untuk mendorong partisipasi masyarakat umum untuk bisa terlibat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi, sesuai dengan kapasitasnya masing-masing,” katanya.

Selain itu juga, masih kata Gumilar, pihaknya mendorong masyarakat untuk melaksanakan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya ada kejujuran, kepedulian, kemandirian, keberanian, serta kesederhanaan. Nilai-nilai tersebut termasuk yang terpenting dalam upaya pencegahan korupsi, karena itu merupakan fondasi awal bagi seluruh masyarakat untuk dapat melaksanakan seluruh aspek kehidupannya secara berintegritas maupun antikorupsi.

“Terutama khususnya untuk para orang tua agar selalu membimbing anak-anaknya untuk menanam sifat kejujuran dalam kehidupan bermasyarakat nantinya,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga masyarakat asal Desa Sambangan Kecamatan Sukasada, yang ditemui saat berkunjung ke Bus KPK bersama anaknya, Ketut Wirata mengungkapkan bahwa upaya KPK dalam mensosialisasikan antikorupsi di Buleleng ini dinilai sangat baik.

Menurutnya, tanpa adanya sosialisasi seperti ini, masyarakat umum tidak akan pernah mengetahui tugas lain dari KPK yaitu pencegahan korupsi, dan bisa menerapkan dalam kehidupan sehari-hari agar dapat membantu KPK dalam mencegah, mengawasi, serta menerapkan nilai-nilai antikorupsi di Buleleng.

“Selama ini yang saya tahu di masyarakat umum kalau KPK itu hanya memeriksa, dan menangkap saja, nah saat ada acara seperti ini, saya bisa mengerti tentang antikorupsi sehingga korupsi dapat dicegah dan nilai-nilai antikorupsi dapat diterapkan dimulai dari sejak dini,” pungkasnya.