Sampah plastik yang berserakan.
Sampah plastik yang berserakan.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Koalisi Pemantau Plastik ramah Lingkungan Indonesia (KPPL-I) mengutip pernyataan Gubernur Bali I Wayan Koster dengan sebutan “sontoloyo” kepada warga masyarakat yang membuang sampah plastik sembarangan.

“Saya memang sengaja mengutip pernyataan Gubernur Koster Sontoloyo,” kata Moestaqiem Dahlan
selaku CO-Founder KPPL-I didampingi Puput TD Putra
Ketua KPPL-I Nasional, dan Hilman Eka Rabbani Ketua KPPL-I Bali, Rabu (19/6) malam.

Disebut Dahlan, sampah saat ini menjadi isu yang menarik untuk diperbincangkan masyarakat di belahan dunia manapun khususnya Indonesia.

Plastik menjadi salah satu komponen terbesar yang terlihat mendominasi ketika ada tumpukan-tumpukan sampah di setiap tempat-tempat pembuangan. KPPL-I mencoba memberikan solusi dari kegaduhan yang dihasilkan oleh sampah-sampah yang ada di tengah masyarakat khususnya sampah plastik.

Ada beberapa macam cara yang dilakukan KPPL-I dalam menghadapi problem ini. Yang pertama adalah melakukan proses pendampingan atau advokasi kepada masyarakat. Salah satu contohnya yang dilakukan oleh KPPL-I di Bali dan di beberapa tempat di Indonesia.

Saat ini Gubernur Bali sudah mengeluarkan sebuah gagasan tentang pemecahan permasalahan sampah ini melalui Peraturan Gubernur (Pergub) No. 97 tahun 2018 dengan melarang penggunaan kantong plastik konvensional kemudian disusul oleh Perbub Kabupaten Badung No. 47 tahun 2018.

Ada beberapa pihak yang merasa dirugikan dengan adanya peraturan tersebut, salah satunya para produsen pembuat kantong plastik ini. Menyadari adanya pihak yang dirugikan oleh peraturan ini, KPPL-I mengambil langkah cepat untuk berusaha menjembatani antara kepentingan pemerintah yang melarang penggunaan kantong plastik konvensional dengan pihak produsen pembuat kantong plastik.

Kemudian cara yang kedua yang digunakan KPPL-I dalam menangani permasalahan ini adalah dengan cara memberikan pengetahuan atau edukasi kepada masyarakat bahwasannya ada kantong belanja yang tidak menggunakan plastik konvensional pada umumnya seperti yang dilarang oleh pemerintah, melainkan menggunakan bahan lain yang lebih cepat terurai dalam waktu yang relatif lebih singkat jika dibandingkan dengan menggunakan plastik konvensional pada umumnya.

Cara yang terakhir KPPL-I adalah dengan mengkampanyekan berbagai problem tentang sampah plastik dan juga solusi-solusi yang ternyata mampu menanggulangi permasalahan yang disebabkan oleh sampah plastik.

Setelah Pergub No. 97 tahun 2018 ini terbit, maka KPPL-I Bali menyambut baik, dan mendukung adanya pelarangan penggunaan kantong plastik konvensional.

“Kami juga melakukan observasi dilapangan terkait penerapan Pergub No. 97 tahun 2018 tentang Pembatasan timbulan sampah plastik sekali pakai. Dan Perbup Badung No. 47 tahun 2018 tentang
Pengurangan penggunan sampah plastik,” tandasnya. (art/bpn/tim).