sewa motor matic murah dibali

SELAT, balipuspanews.com – Aktivitas Vulkanik Gunung Agung sampai saat ini masih mentok dilevel III Siaga, itu artinya potensi untuk terjadinya erupsi masih ada. Kondisi ini membuat penyelenggara pemilu cukup was was sehingga diperlukan skenario apabila terjadi hal yang buruk.

Untuk merancang skenario yang akan dilakukan. Ketua Komisioner KPU Provinsi Bali, Dewa Agung Gede Lidartawan didampingi Ketua KPU Karangasem, I Gede Krisna Adi Wedana melakukan rapat kordinasi bersama Relawan Pasebaya dan Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin yang didampingi oleh Kalaksa BPBD Karangasem, Ida Bagus Ketut Arimbawa yang bertempat di Posko Induk Pasebaya, Desa Duda Timur, Selat, Karangasem, Kamis (14/02).

Kedatangan rombongan KPU dan BPBD diterima langsung oleh Ketua Pasebaya, I Gede Pawana yang didampingi Sekretaris, I Wayan Suara Arsana sekaligus bersama sejumlah relawan. Dalam kesempatan tersebut, Kalaksa BPBD Karangasem Ida Bagus Ketut Arimbawa memaparkan rancangan sistem pengungsi berbasis Banjar. “Berbasis Banjar artinya pengungsi ini kita evakuasi per Banjar pindah ke satu Banjar penyangga, ini dilakukan untuk mempermudah pendataan karena sebelumnya kita belum mempunyai konsep yang pasti sehingga cukup kesulitan dalam melakukan pendataan,” ujarnya.

Tujuan dari pendataan tempat pengungsian agar pengungsi dapat terukur. Tentu saja dengan dilakukannya pendataan pastinya akan bermanfaat dalam pemilu mendatang karena tanpa pemetaan dan arah yang jelas Arimbawa yakin KPU bakalan kelabakan mencari posisi warga yang mengungsi. Tidak sampai disana, para pengungsi juga akan mendapatkan belanko yang akan diisi data jumlah anggota keluarga, jumlah lansia, bayi maupun anak – anak. Disatukan sisi selain pendataan pengungsi, pihaknya juga melakukan pendataan terhadap lokasi pengungsian lengkap dengan kapasitas penampungan pengungsi.

“Kita sudah mampu memetakan, tahapan selanjutnya setelah belanko diisi dan dikroscek olek BPBD Karangasem, data akan kita tampung diprovinsi untuk pembahasan diinteren. Kami berharap jangan pernah ragu ketika kita bersinergi seperti sekarang ini. secara prinsip kami siap untuk bersama mensukseskan Pemilu 17 April 2019 mendatang,” timpal Kalaksa BPBD Provinsi Bali, I Made Rentin.

Sementara itu, Ketua KPU Provinsi Bali, Dewa Agung Gede Lidartawan usai rapat kordinasi tersebut mengatakan pada prinsipnya rapat kordinasi ini untuk mengetahui seperti apa skenario proses evakuasi jika kemungkinan terburuk terjadi bencana. Tidak hanya skenario, KPU juga memikirkan soal pengungsi mandiri yang tinggal di rumah keluarga kerabatnya diluar Karangasem. Dimana KPU juga bakal memfasilitasinya dengan cara berkordinasi dengan teman teman yang ada diluar Kabupaten Karangasem agar wajib menyediakan formulir A5.

“Dalam waktu sesingkat singkatnya karena proses ini perlu waktu cepat KPU Bali akan mengundang stikholder kabupaten kota terdampak yang nantinya hasil dan kesimpulannya akan disampaikan kepada seluruh peserta pemilu,” ujarnya.

Dirinya juga menjelaskan, apabila ketika berlangsungnya pemungutan suara terjadi erupsi maka yang berhak menghentikan prosesnya adalah adalah KPPS tentunya harus berkordinasi dengan KPU terlebih dahulu. Selain itu terkait situasi dan aktivitas Gunung Agung KPU sendiri akan memakai Informasi acuan dari PVMBG lewat Pasebaya.

Disampingnya itu, Ketua Pasebaya, I Gede Pawana pada intinya pihaknya bersama relawan mendukung kelancaran Pemilu tahun 2019 mendatang. Para relawan Pasebaya siap untuk berkordinasi mengenai skenario yang akan dilakukan apabila terjadi hal yang terburuk saat pemilu berlangsung. (suar/bpn/tim)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here