Pelaksanaan tahap PPDP oleh KPU Kota Denpasar di Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali, Jumat, (3/7/2020).
Pelaksanaan tahap PPDP oleh KPU Kota Denpasar di Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali, Jumat, (3/7/2020).

DENPASAR, balipuspanews.com – Hari ini, Jumat (3/7/2020), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar menggelar simulasi pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Desa Dauh Puri Kaja, Denpasar Utara, Denpasar, Bali.

Berdasarkan simulasi tersebut, disampaikan bahwa Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) bakal menjalani rapid test sebelum bertugas melakukan coklit data pemilih Pilkada Kota Denpasar tahun 2020 dengan mendatangi rumah-rumah warga di tiap wilayah.

Hal itu disampaikan oleh Divisi Perencanaan, Data dan Informasi KPU Kota Denpasar Dewa Ayu Sekar Anggraini di sela kegiatan simulasi, Jumat (3/7/2020).

“Seluruh PPDP akan menjalani rapid test pada 6-7 Juli 2020 nanti di Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya,” ujarnya.

Nantinya, bagi PPDP yang terdeteksi reaktif rapid test maka dengan segera akan dilakukan penggantian petugas PPDP.

Dirinya menyebutkan, jumlah PPDP di Kota Denpasar berjumlah 1.202 sesuai jumlah TPS di Kota Denpasar. Setiap satu TPS akan ditempatkan 1 PPDP.

“Kalau reaktif rapid test akan dilakukan penggantian petugas yang bersangkutan,” kata dia.

Sementara itu, pihaknya menyebutkan, jumlah pemilih di masing-masing Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilihan Kepala Daerah 2020 di Kota Denpasar dibatasi maksimal 500 orang.

“Dalam Pilkada 9 Desember 2020 ini jumlah pemilih per TPS maksimal dibatasi 500 orang, biasanya kan bisa 800 orang,” ungkap Dewa Ayu Sekar.

Dirinya menjelaskan, pembatasan jumlah pemilih ini dilakukan guna antisipasi penyebaran wabah covid-19. Pun, setiap pemilih yang datang ke TPS wajib mematuhi protokol kesehatan.

“KPU melakukan pembatasan untuk mengurangi jumlah kerumunan warga,” ucapnya.

Lebih lanjut ditambahkan, pada 15 Juli hingga 13 Agustus mendatang, KPU mulai melaksanakan Pemutakhiran Data Pemilih, dimana penerapan protokol kesehatan sudah dimulai dari tahapan ini.

Nantinya, PPDP yang melakukan pencoklitan data pemilih menerapkan standar protokol kesehatan, usia petugas dibatasi 20-50 tahun hingga wajib negatif rapid test.

Penulis : Ni Kadek Rika Riyanti

Editor : Oka Suryawan

Facebook Comments