KPU Denpasar Tinjau Lokasi Simulasi Pemungutan Suara

KPU Denpasar meninjau lokasi yang akan jadi tempat simulasi pencoblosan di SD 2 Serangan
KPU Denpasar meninjau lokasi yang akan jadi tempat simulasi pencoblosan di SD 2 Serangan

DENPASAR, balipuspanews.com – Ketua KPU Denpasar I Wayan Arsa Jaya melakukan peninjauan lokasi yang bakal digunakan untuk melakukan simulasi pencoblosan dan penghitungan suara oleh KPPS di SD 2 Serangan, Kelurahan Serangan, Kecamatan Denpasar Selatan, Senin (19/10) di Denpasar.

Didampingi Sekretaris I Made Wirawan dan Anggota KPPS Kadek Semara, peninjauan diterima langsung oleh Kepala Sekolah SD 2 Serangan I Made Merta.

Arsa Jaya mengatakan, simulasi yang akan digelar (10/11) mendatang sebagai gambaran nyata sebuah pemilu yang akan berlangsung 9 Desember. Selain juga penerapan protokol kesehatan yang ketat mengingat pemilu dalam suasana pandemi Covid-19.

“Tujuannya adalah bagaimana penyelenggaraan pemungutan suara hingga penghitungan suara berjalan lancar, di tengah pandemi ini KPU juga ingin memastikan bagaimana penerapan prokes yang benar, mulai dari penggunaan masker saat memilih, mengatur jarak tempat menunggu, penggunaan sarung tangan saat mencoblos, dan melakukan disinfeksi secara berkala oleh petugas KPPS,” jelasnya.

Yang tidak kalah penting juga, hal terkait bagaimana misalnya cara menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang benar oleh petugas KPPS.

Lantas, alasan dipilihnya simulasi digelar di Serangan bukan tanpa alasan. Arsa mengungkapkan beberapa yang menjadi pertimbangan KPU karena, Pertama, karena kelurahan Serangan masuk dalam zona hijau, tentu dengan melakukan simulasi pada daerah pada zona hijau dapat meminimalisir penyebaran Covid-19.

Kedua, pada Pileg dan Pilpres 2019 lalu, di Kelurahan Serangan memiliki tingkat partisipasi paling tinggi di Denpasar dengan tingkat partisipasi mencapai diatas 90 persen.

Ketiga, penggunaan simulasi di Sekolah sebagai representasi, bahwa sekolah digunakan sebagai empat pemungutan suara di Denpasar dan Keempat, Kelurahan Serangan masuk dalam klasifikasi pemilih yang tersegmen kelompok nelayan.

Selain klasifikasi tersegmen, klasifikasi lain dalam simulasi ada klasifikasi pemilih urban dan pegunungan. Kebetulan Denpasar mendapatkan proses simulasi tersegmen.

Disamping itu, lanjut Arsa, penerapan rapid test bagi penyelenggara pemilu dalam hal ini KPPS dan ada mekanisme pembagian waktu kedatangan pemilih ke TPS.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan