Acara Training of Trainer (TOT) Coklit PPDP yang diselenggarakan KPU RI secara daring pada Rabu (8/7/2020).
Acara Training of Trainer (TOT) Coklit PPDP yang diselenggarakan KPU RI secara daring pada Rabu (8/7/2020).

DENPASAR, balipuspanews.com – Rabu (8/7/2020) kemarin, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Denpasar mengikuti acara Training of Trainer (TOT) Coklit PPDP yang diselenggarakan oleh KPU RI secara daring.

Acara ini digelar sehubungan dengan akan dimulainya Bimbingan Teknis Pencocokan dan Penelitian Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Bimtek Coklit PPDP) yang dihadiri oleh tiga orang Anggota KPU RI, yakni Viryan Azis, Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi, dan Pramono Ubaid Tanthowi bersama Kabiro Perencanaan dan Data KPU RI, Sumariandono, dan Kabag Datin KPU RI, Andre Putra.

Adapun peserta pada acara ini antara lain Anggota Divisi Data, Admin dan Operator Sidalih dari 32 KPU Provinsi, 37 KPU Kota, dan 224 KPU Kabupaten.

Pada sambutannya, Anggota Divisi Data KPU RI, Viryan Azis mengungkapkan bahwa terbatasnya anggaran supervisi KPU RI tidak menyurutkan semangat untuk mensupervisi kegiatan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/ Kota yang menyelenggarakan Pemilihan Serentak 2020.

Dimana, salah satu caranya adalah dengan melakukan kegiatan-kegiatan supervisi melalui daring.

Di sisi lain, Anggota Divisi Sosialisasi KPU RI, Dewa Raka mengatakan arahan agar Penyelenggara Pemilu taat menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

“Kegiatan ini bertujuan agar Ketua Divisi Data KPU Provinsi dan Kabupaten/ Kota mampu menjadi trainer bagi penyelenggara Pemilihan di wilayah kerjanya untuk menyampaikan substansi pemutakhiran data pemilih (mutarlih),” ujar Dewa Raka.

Kabiro Perencanaan dan Data menyampaikan arahan yang menekankan antara lain usia PPDP yang berkisar antara 20 – 50 tahun, pemberian vitamin bagi PPDP, dan anggaran untuk rapid test PPDP.

Pada acara tersebut, materi TOT Coklit PPDP disampaikan langsung oleh Viryan Azis yang menekankan lima hal teknis selama Bimtek Coklit PPDP yang mesti diperhatikan.

Adapun lima hal teknis tersebut antara lain yang pertama, Pakai Bersama: Buku Kerja PPDP berisi 5 item panduan, 7 contoh dokumen serta 9 halaman yang harus diisi. Dipakai bersama secara langsung oleh PPDP-RT/ Dusun/ Lingkungan atau sebutan lain dan PPS. Dipakai tidak langsung sebagai lembar konfirmasi bagi PPK dan KPU saat monitoring;

Kedua, Praktikkan Bersama: Saat Bimtek ada 3 lembar yang harus diisi langsung oleh PPDP;

Ketiga, tiga aspek yang disasar secara terintegrasi berbasis Teori Bloom: Afektif, Kognitif dan Psikomotorik.

“Ditekankan bahwa ini Bimtek, bukan sosialisasi dan bukan rakor. Maka aspek teknis selain disampaikan, dicontohkan juga dipraktikkan. Instruktur sesuai nama kegiatan membimbing peserta hal-hal teknis,” paparnya.

Sebaiknya bagi peserta bimtek (PPDP) nantinya selain diberikan buku kerja, juga diberikan print-out contoh formulir A-KWK Daftar Pemilih untuk dilakukan Coret/Ubah/Centang serta pengisian formulir A.A-KWK, A.A.1-KWK, A.A.2-KWK, A.A.3-KWK untuk Sobek, Serahkan, Tempel;

Keempat, kuasai Buku Kerja PPDP secara detail karena ini Bimtek yaitu Bimbingan Teknis, bukan Bimstra atau Bimbingan Strategis;

Kelima, disebutkan biasanya ada hal-hal teknis belum diatur dalam regulasi agar menjadi perhatian proses teknis utk saluran konsultasi, asistensi dan supervisi.

Sementara itu, Anggota Divisi Data KPU Kota Denpasar, Dewa Ayu Sekar Anggaraeni menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat membantu mendalami materi tentang coklit.

“Ini akan sangat membantu, karena nantinya akan dilakukan transfer knowledge kepada PPK PPS saat bimtek pemutakhiran data pemilih yang akan dilaksanakan tanggal 11 Juli 2020 di Hotel Bali Beach,” ungkap Sekar.

Lebih lanjut, kegiatan tersebut nantinya akan diikuti oleh PPK PPS dari 4 kecamatan dan terbagi dalam 2 sesi pagi dan siang.

Penulis: Ni Kadek Rika Riyanti

Facebook Comments