KPU Usulkan Kotak Suara Keliling

Rapat koordinasi pembentukan KPPS yang bertempat di Anjungan Cerdas Mandiri Rambut Siwi, Senin (19/10)
Rapat koordinasi pembentukan KPPS yang bertempat di Anjungan Cerdas Mandiri Rambut Siwi, Senin (19/10)

NEGARA, balipuspanews.com – Pelaksanaan Pilkada ditengah pandemi covid-19 memang membutuhkan persiapan matang. Selain harus menerapkan protokol kesehatan, pemilih yang sedang menjalani isolasi juga harus tetap terakomodir.

Agar pemilih yang sedang menjalani isolasi itu hak suaranya tetap terakomodir, KPU mengusulkan ada kotak suara atau TPS keliling. Usulan tersebut disampaikan saat rapat koordinasi pembentukan KPPS yang bertempat di Anjungan Cerdas Mandiri Rambut Siwi, Senin (19/10).

Anggota KPU Jembrana Divisi Hukum I Nengah Suardana usai rapat mengatakan, karena di Jembrana ada dua pasangan calon yang bertarung atau head to head maka dipastikan persaingan sangat ketat. Sehingga pemilih harus terakomodir hak suaranya. Karena Pilkada berlangsung ditengah Pandemi covid-19 maka KPU mengusulkan ada kotak suara keliling ketempat warga yang diisolasi.

“Baik itu mereka yang diisolasi di rumah, di RSU Negara atau di Puskesmas, nanti mekanismenya akan di bicarakan lebih lanjut dengan Bawaslu jika usulan ini di akomodir,” ujarnya.

Suardana juga menyampaikan pemungutan suara yang dilaksanakan di masa pendemi covid-19 juga akan memakan waktu lebih lama dibanding saat pilkada normal.

“Di masa pandemi ini tidak cukup sampai pukul 13.00. KPU RI sudah mengusulkan waktunya diperpanjang sampai pukul 15.00,” jelasnya.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih Partisipasi Masyarakat, dan SDM KPU Jembrana I Made Widiastra, mengatkan rapat koordinasi bersama stakeholder ini dalam rangka pembentukan KPPS pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana.

“Kami juga membahas petugas ketertiban, sehingga kalau kita total jumlah KPPS dan petugas ketertiban sebanyak 5760 orang untuk 640 TPS,” ujarnya.

Penulis/Editor : Anom/Oka Suryawan