KPwBI Bali Trisno Nugroho (kiri) Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya (tenagh) dan Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti IB Dharma Dyaksa (kanan)
KPwBI Bali Trisno Nugroho (kiri) Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya (tenagh) dan Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti IB Dharma Dyaksa (kanan)
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR SELATAN, balipuspanews.com- Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Bali tak henti-hentinya melakukan terobosan dibidang sistem pembayaran. Dalam hal ini BI Bali menggelar Seminar Nasional di  Institut Teknologi dan  Bisnis (ITB) Stikom Bali  untuk bersama menggaungkan GPN dalam seminar yang bertemakan ” Sosialisasi Gerbang Pembayaran Nasional dalam Sistem Pembayaran Di Indonesia”.

Komisi XI DPR RI I Gusti Agung Rai Wirajaya mengatakan menyambut baik terobosan yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dalam sistem perbankkan Nasional dalam satu sistem pembayaran, ini sebuah kemajuan, dengan sistem pembayaran Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) yang berlambang garuda merah, devisa tidak banyak lari ke luar negeri.

“Uang kita beredar, namun masih beredar di dalam negeri. Devisa kita tidak  terkuras ke luar negeri,” jelasnya usai pembukaan Seminar, Rabu (14/8) di Aula kampus ITB Stikom Bali.

Sebagai negara yang padat penduduk tentu menjadi pangsa pasar bagi negara-negara luar, sebagai negara yang memiliki penduduk sekitar  260 ribu juta, menjadi target pasar negara diluar indonesia. “Saya bangga kepada BI untuk membuat sistem
GPN ini,” imbuhnya.

DPR asal Bali ini berharap  kedepan semoga BI terus berbenah melihat kelemahan- kelemahan yang terjadi untuk mengarah kedepan, melihat sistem teknologi sekarang sudah serba dunia digital. ” Bagaimana agar kedepan tidak membawa kartu lagi, agar bisa dengan menggunakan handphone sudah bisa bertransaksi,” ungkapnya.

Disamping itu, pihaknya juga berharap semoga GPN ini bisa  masuk ranah ke luar negeri, minimal masuk ranah Asia. Asia dulu sudah cukup, jangan baru masuk langsung ranah eropa, sebagai pendatang baru bis jeblok kita,” tandasnya.

Sementara Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho mengungkapkan terima kasih kepada DPR RI yang selama ini telah mendukung BI baik dalam membuatkan payung hukum berupa Undang-Undang atau suatu kebijakan terkait pembayaran GPN yang secara masif terus digaungkan.

Dikatakan Nugroho, sesuai arahan DPR RI pihaknya merespon dan dalam waktu dekat akan melakukan terobosan terkait GPN yang dapat dilakukan melalui smartphone.

Dengan diberlakukannya sistem GPN, Nugroho yakin bermanfaat dan mampu mendorong ekonomi Indonesia yang  lebih tinggi dan lebih cepat.

“Sebelum adanya GPN, selama ini kita membayar fee keluar negeri, indonesia ingin mempunyai GPN, tujuannya agar devisa kita terselamatkan,” tegasnya.

Nah, dengan manfaat jelas dan menyelamatkan devisa negara, pihaknya mengajak agar mahasiswa dilingkungan ITB Stikom Bali agar  membuat kartu GPN di seluruh Bank di Bali dengan memilih yang berlogo Garuda merah, mengajak bersama menggaungkan GPN agar masyarakat luas tahu dan ikut menggunakan GPN.

Melalui kegiatan ini, BI berharapkan kepada mahasiswa dan seluruh civitas akademika di lingkungan ITB Stikom Bali agar memiliki pandangan dan pemahaman serta penguatan infrastruktur pembayaran. “Bahwa semua transaksi sekarang sudah non tunai,” imbuhnya.

Lebih jauh Nugroho melihat bahwa
Bali salah satu tertinggi untuk literasi keuangan, ekonomi digital sebuah ekonomi kebangkitan 4.0 ditandai penggunaan teknologi secara masif.

Sementara Ketua Yayasan Widya  Dharma Shanti IB Dharma Dyaksa mengungkapkan dengan adanya GPN ini, tentu hal ini sangat dirasakan manfaatnya, sebagai mahasiswa yang memiliki profesi ahli IT agar paham terkait sistem perbankkan.

Dyaksa berharap melalui seminar Nasional GPN ini berdampak dan mendapat masukan-masukan atau update ilmu terkait sistem pembayaran atau perbankkan non tunai dari BI.

“Semoga melalui seminar ini mahasiswa kami mendapat insfirasi yang banyak dan melahirkan program -program aplikasi yang terkait dengan perbankkan,” tandasnya singkat (bud/bpn/tim).