Pendistribusian air dari BPBD Jembrana saat krisis ari.
Pendistribusian air dari BPBD Jembrana saat krisis ari.
sewa motor matic murah dibali

NEGARA, balipuspanews.com- Krisis air berih yang terjadi di Jembrana terus meluas. Warga yang mengalami krisi air terpaksa harus begadang untuk bisa mendapat air bersih dari PDAM. Seperti yang dialami warga Lingkungan Awen, Kelurahan Lelateng, Negara.

Di lingkungan Awen itu ada puluhan KK yang mengalami krisi air bersih yang terjadi sejak sekitar seminggu lalu.

Untuk mendapat air bersih yang digunakan untuk memasak maupun minum mereka terpaksa meminta kepada tetangganya.

Petani semangka yang mengandalkan hidup dari berkebun harus rela merogoh kocek lebih untuk mendapatkan air.

Mereka membeli air Sudah satu minggu air sulit sekali didapat. “Saya sampai minta air ke tetangga agar bisa memasak. stok air masih sekarang tinggal sedikit untuk air minum,” ujar Ni Komang Sukeni, salah satu warga Rabu (11/9).

Selain itu juga ada warga yang harus begadang menunggu air dari PDAM mengalir di malam hari.

“Sudah sejak seminggu air sulit. Malam saya harus begadang a menunggui air PDAM mengalir, kadang saya tidur di luar menunggui air tetapi tetap juga tidak ada air. Karena terus begadang menunggu air saya sampai hampir sakit. Karena air sulit saya memakai air sedikit yang didapat dari meminta di tetangga diutara untuk mandi. tapi airnya licin dikulit dan rasanya asin. kalau untuk membuat kopi asin,” ungkap Ketut Sudarmayasa, warga lainya.

Sri Muntini warga Awen lainnya juga mengaku sejak seminggu ini kekeringan sangat parah di wilayahnya. Bahkan sama sekali air tidak mengalir.

“Jika ada yang beli air untuk ngairi kebun semangka baru saya bisa minta untuk mandi,” ujarnya.

Lurah Lelateng Made Santa Putra mengatakan memang puluhan KK warganya di wilayah Awen yang mengalami krisis air. Untuk mengatasinya pihaknya meminta bantuan untuk distribusi air bersih ke BPBD Jembrana.

“Data awal ada 37 KK sekrang bertambah menjadi 50 KK atau sekitar 200 jiwa. Kami uk minta bantuan air bersih. karena untuk air lokal air asin atau payau,” ungkapnya.

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana Ketut Eko Susila Artha Pramana yang mendapat informasi kekeringan itu kemudian bersama anggotanya turun untuk mendistribusikan air besih sebanyak 5000 liter.

“Air bersih untuk warga Awen sudah kita distribusikan sekitar 20 tangki,” ujarnya. (nm/bpn/tim)