CEO Human Dinamycs, KS Arsana
CEO Human Dinamycs, KS Arsana

JAKARTA, balipuspanews.com – CEO Human Dinamycs, KS Arsana memberi tips kepada enterprenuer atau wirausaha muda dalam memulai maupun mengembangkan bisnis atau kegiatan usahanya.

Menurut Ketua Umum Prajaniti Indonesia ini ada perbedaan mendasar yang harus dibangun seorang entrepreneur muda Hindu dalam memulai bisnisnya yaitu spirit (taksu) berusaha yang harus ada dalam sistem ekonomi Hindu.

Penegasan disampaikan KS Arsana dalam diskusi webinar online bertema “Youth Enterpreneurship” yang diselenggarakan Banjar Adat Bekasi, Minggu (5/7/2020).

Diskusi juga menghadirkan pembicara Pengusaha Center for Family Business Studies Nyoman Marpha serta CEO Urban Inkubator Made Lintang.

Diskusi tersebut merupakan serial lanjutan diskusi sebelumnya yang dilaksanakan oleh Banjar Bekasi melalui webinar online yang menghadirkan para tokoh nasional Hindu yang saat ini dipercaya memegang jabatan penting di tingkat nasional.

KS Arsana melanjutkan, meski memiliki irisan sama dengan sistem ekonomi lainnya, namun sistem ekonomi Hindu memiliki spirit berbeda yang tidak dimiliki oleh pihak lain di agama Hindu.

Apabila, spirit tersebut benar-benar ditanamkan dan dijalankan dengan benar, KS Arsana meyakini kesuksesan menggapai mimpi dalam berusaha akan bisa terwujud.

“Sistem ekonomi Hindu dibangun dengan spirit yang berbeda, tetapi irisannya sama. Yaitu sama-sama bergerak di bidang
ekonomi untuk mencari pendapatan atau
penghasilan. Tetapi kalau spirit ekonomi pada umumnya, seperti pasar bebas, semata-mata untuk mencari ambisi ekonomi,” ujarnya.

Lebih jauh, Anggota Ikatan Cendikiawan Hindu Indonesia (ICHI) ini menjelaskan meski sama-sama berorientasi mencari keuntungan atau pendapatan, namun dalam sistem ekonomi Hindu uang atau materi bukanlah segalanya.

Oleh karena itu, sistem ekonomi Hindu sangat menekankan kepada enterpreneur muda untuk bekerja bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain.

Selain itu, sikap mental yang dibangun dalam sistem ekonomi Hindu adalah bekerja bukan semata mencari nafkah tetapi sebagai bentuk bakti.

“Semua dilakukan dalam rangka proses pertumbuhan diri supaya semua aspek kehidupan yang kita jalani yaitu aspek fisik, aspek psikologis, intelektualisme serta intelektualitasnya terpenuhi,” tegasnya.

Sementara itu, Nyoman Marpha dari Center for Family Business Studies mengingatkan masa pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini dan masih belum dapat dipastikan sampai kapan akan berakhir, perlu mendapat perhatian entrepreneur muda dalam melihat peluang usaha.

Saat ini, menurutnya pemerintah telah membuat kebijakan new normal yang ditandai beberapa hal yang akan membatasi perilaku konsumen atau pelanggan yang kemudian akan menjurus pada produk apa yang diminati.

Nyoman Marpha mengatakan ada beberapa hal yang patut dicermati para entrepreneur pemula tentang tren bisnis ke depan. Antara lain pertama, adalah produk-produk yang berkaitan dengan kesehatan. “Orang akan aware dengan kesehatan. Tiap produk yang berhubungan kesehatan dipastikan akan diminati,” sebut Marpha.

Selain itu, produk-produk yang menjadi kebutuhan pokok juga patut dijadikan pertimbangan untuk berusaha. Sebab, pandemi Covid-19 yang telah benyak melemahkan sendi perekonomian rakyat akan memaksa masyarakat untuk lebih berhemat.

“Nah, bicara pembatasan itu maka bicara home produk. Konsern berikutnya mengenai harga. Di masa mendatang orang akan lebih berhemat dan memprioritaskan belanja produk untuk kebutuhan dasar sehingga yang secondari menjadi belakangan untuk diperhitungkan,” ujarnya.

CEO Urban Inkubator Made Lintang mengatakan untuk memulai berusaha, semua pihak dapat menggunakan beragam akses untuk menambahkan wawasan dan pengetahuan agar bisa menentukan produk apa yang akan menjadi primadona di masyarakat.

“Cari mentor terbaik untuk memulai bisnis. Dulu saya belajar dari seorang motivator Deni Santoso. Tetapi sekarang banyak akses bisa digunakan sebagai mentor, misalkan saja instagram di media sosial,” ujarnya.

Lanang yang juga dikenal senang pembina Usaha Kecil Menengah (UKM) di Jawa Timur ini berpandangan jualan online melalui beragam aplikasi bisa menjadi pilihan tepat bagi siapapun yang akan memulai usaha.

Sebab, dari aplikasi online ini, bukan hanya bisa memberi wawasan dan pengetahuan tentang dunia usaha, tetapi aplikasi online bisa juga menjadi sekaligus tempat atau toko bagi bisnis pemula dalam menjajakan produk atau jasa yang akan dijualnya.

“Mencari customer di masa pandemi Covid-19 ini, mau nggak mau jualan di sosial media,” sebut Lanang.

Penulis/Editor : Hardianto/Oka Suryawan

Facebook Comments