sewa motor matic murah dibali

Singaraja, balipuspanews.com  – Putu Redi Eka Putra alias Redi (27) warga Desa Pedawa dan Wayan Sabatul Rahman (25), warga Desa Pegayaman Redi harus mendekam di sel tahanan Mapolres Buleleng.

Mereka dijerat pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahan penjara dan denda maksimal Rp 8 miliar.

Redi ditangkap sekitar pukul 22.00 wita, pada Selasa (28/3) lalu di Jalan Raya Singaraja-Seririt, tepatnya di wilayah Desa Kaliasem. Saat ditangkap ia terbukti membawa satu paket sabu seberat 0,19 gram.

Sementara tersangka Rahman ditangkap di Jalan Raya Singaraja-Denpasar, tepatnya di sebelah selatan SDN 1 Gitgit, pada pukul 11.00 Rabu (28/3). Ia terbukti membawa satu paket sabu dengan berat 0,1 gram.

Kapolres Buleleng AKBP Suratno mengatakan, keduanya sejauh ini baru terbukti sebagai pemakai.

Mereka menyebut narkotika didapat dari Denpasar. Namun mereka masih bungkam saat ditanya soal jaringan transaksi narkotika.

“Ini orang baru. Masih kami dalami dia dapat dari mana. Rata-rata memang mendapatkan dari luar wilayah Buleleng,” kata Suratno belum lama ini.

Kini, keduanya diproses secara hukum sebagai pengguna narkotika. Polisi belum menemukan fakta-fakta hukum, yang bisa menjerat keduanya sebagai kurir atau pengedar.

Meski hanya sebatas pengguna, polisi memilih memproses secara hukum ketimbang melakukan rehabilitasi.

“Masyarakat ini, kalau hanya dengan pencegahan kan tidak ada efek jera. Jadi harus ada upaya tegas berupa penindakan dan hukuman yang maksimal biar jera. Namanya narkoba, dimana ada peluang, disana aman, mereka akan lakukan transaksi,” tandasnya.

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here