Kukuhkan Pengurus Gotra Pangusada, Koster: China Akan Kalah, Kalau Industri Herbal Bali Dijalankan

Gubernur Bali Wayan Koster
Gubernur Bali Wayan Koster

DENPASAR, balipuspanews.com – Selain terkenal akan seni, budaya, adat dan tradisi Bali juga memiliki kekayaan warisan lekuhur berupa literasi pengobatan tradisional (usada) yang tertuang dalam naskah lontar-lontar yang terkenal sejak leluhur kita.

Terbentuknya Pengurus Gotra Pangusada Bali merupakan momen bersejarah dan menjadi satu-satunya organisasi pengobatan tradisional di Indonesia yang mendapatkan perhatian serius dari seorang pemimpin daerah.

Hal itu ditunjukkan langsung oleh Gubernur Bali, Wayan Koster melalui kebijakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali dan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kesehatan.

Demikian disampaikan Gubernur Bali, Wayan Koster saat mengukuhkan Pengurus Gotra Pangusada di Kabupaten/Kota dan Provinsi Bali Periode Tahun 2022-2027 pada, Sabtu (Saniscara, Pon Ugu) 24 September 2022 di Aula Rektorat Universitas Hindu Indonesia.

Gubernur Wayan Koster menjelaskan, Bali memiliki potensi luar biasa dibidang Usada/Pengobatan Tradisional Bali yang sejatinya telah menjadi sumber penghidupan, namun keberadaannya belum ada yang berani menampilkannya hingga menjadi suatu kebanggaan Krama Bali.

Baca Juga :  Kunjungi Denpasar, Wali Kota Bukittinggi Apresiasi Mal ​Pelayanan Publik

Atas hal itulah, Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini meminta Pengurus Gotra Pangusada Bali menjaga warisan leluhur yang sangat visioner ini dengan memanfaatkan sumber daya alam, manusia, dan budaya Bali sebagai kekuataan untuk membangkitkan kembali Pangusada Bali sebagai layanan kesehatan tradisional Bali.

“Berdasarkan hasil penelitian dan informasi yang termuat dalam berbagai lontar, disebutkan manusia Bali termasuk orang yang memiliki kelas atau ras unggul, salah satunya dibuktikan oleh adanya keahlian di bidang Pangusada/Pengobatan Tradisional Bali,” jelas Gubernur Bali jebolan ITB ini yang disambut tepuk tangan.

Keunggulan, lanjut Koster, yang dimiliki manusia Bali, ini harus dimanfaatkan oleh Pengurus Gotra Pangusada bersinergi dengan akademisi untuk melakukan pendataan dan penelitian terhadap tanaman yang tumbuh di alam Bali, karena ada sekitar 3 ribu tanaman yang bisa dimanfaatkan sebagai Usada/Obat.

Baca Juga :  Bupati Giri Prasta Terima Audiensi Tokoh Masyarakat Gianyar, Bangli, Karangasem, dan Denpasar

Lalu hasil penelitiannya disosialisasikan ke masyarakat hingga dijadikan kekuatan ekonomi dan sumber penghidupan Krama Bali dengan menciptakan Obat Herbal Tradisional Bali.

Apabila tanaman berkhasiat yang hidup di Bali dimanfaatkan secara maksimal sebagai Usada/Obat, maka Gubernur Koster meyakini Kita tidak tergantung lagi dengan sumber daya dari luar, dan Bali akan berdikari secara ekonomi sesuai konsep Ekonomi Kerthi Bali, karena mampu menciptakan industri herbal sebagai sumber penghidupan.

“China akan kalah, kalau industri herbal di Bali dijalankan secara serius, karena itu saya akan dorong terus potensi ini untuk menjadi kebanggaan dan kekuatan ekonomi, seperti halnya Arak Bali dan Garam Tradisional Lokal Bali yang kini telah masuk ke pasar tradisional, pasar modern, pasar ekspor, hingga dibeli oleh hotel/restaurant di Bali,” jelas mantan Anggota DPR RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini.

Baca Juga :  Petani dan Nelayan di Desa Kaliasem Kesulitan Mendapatkan BBM di SPBU

Mengakhiri sambutannya, Gubernur Bali menugaskan Kadis Kesehatan Provinsi Bali untuk membuka Layanan Kesehatan Tradisional Bali di Puskesmas, Rumah Sakit Swasta dan Rumah Sakit Negeri dengan catatan di dalam prakteknya tidak boleh dilakukan secara sembarangan.

Namun harus ada kode etiknya dengan melakukan standarisasi, uji kompetensi Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali.

“Kemudian saat lulus dikeluarkan sertifikat dan diregister agar sah melaksanakan praktek,” pungkasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Gotra Pengusada Bali, Putu Suta Sadnyana mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada Gubernur Bali, Wayan Koster yang sangat serius melestarikan keberadaan Usada Bali dengan keluarnya kebijakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 55 Tahun 2019 tentang Pelayanan Kesehatan Tradisional Bali dan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Kesehatan.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan