Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus seusai menanam pohon kopi sebagai kenang-kenangan bahwa pernah berkunjung ke Bangli
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Bangli, balipuspanews.com – Kabupaten Lampung Barat menggelar acara kunjungan kerja ke Kabupaten Bangli untuk belajar dan saling tukar informasi terkait dengan proses pengolahan kopi arabika Kintamani yang sudah terkenal di mancanegara, Kamis (23/2).

Rombongan yang berjumlah kurang lebih 10 orang dipimpin langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus. Selain itu turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Lampung dan dinas terkait. Acara yang dipusatkan di Pabrik Pengolahan Kopi arabika mengani diterima langsung oleh Bupati Bangli I Made Gianyar didampingi Kadis PKP, Bappeda, Disperindag, Kabag Protokol KKP, Kabag Ekonomi, Kepala Perusda Bangli dan manajemen pabrik Hendarto.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus seusai menanam pohon kopi sebagai kenang-kenangan bahwa pernah berkunjung ke Bangli, menyampaikan terima kasih atas penerimaan dan penyambutan yang luar biasa atas kegiatan kunjungan kerja ke Kabupaten Bangli ini.

“Dengan diterimanya kami, tentu untuk dapat menambah jalinan silaturahmi dan kerja sama bukan hanya dibidang kopi saja tetapi juga dibidang yang lain yang dapat kami adopsi mengingat potensi wilayah kami sangat mirip dengan kabupaten Bangli,” katanya.

Menurut dia, dari kunjungan ini ada satu hal yang membuatnya berkesan adalah pemberian wawasan yang disampaikan oleh pengelola dengan banyaknya temuan-temuan yang dihasilkan, sehingga hal ini akan menjadi nilai tambah untuk produktivitas kopi sehingga memberi nilai ekonomis untuk para petani kopi.

Sementara itu Bupati Bangli menyampaikan, dari Lampung ke Bangli menanam kopi itu untuk menjalin kerja sama yang sudah difasilitasi melalui program Pembangunan Nasional Semeseta Berencana (PNSB), sehingga jalinan kerja sama ini harus terjalin terus, menuju Kabupaten Bangli Maju, Lampung Maju dan Indonesia Maju.

“Kita patut berbangga karena produk kopi Kintamani namanya sudah dikenal dan masuk istana untuk menjamu tamu negara, namun hal itu harus terus kita kembangkan seperti yang telah dilakukan Pabrik Pengolahan Kopi Arabika Mengani yang terus berinovasi dengan temuan temuan baru. Kita sudah lihat dan rasakan bersama berbagai produk hasil olahan dari kopi yang tentu secara ekonomis dapat meningkatkan produktivitas kopi itu sendiri yang pada akhirnya akan dapat memberi nilai tambah untuk kesejateraan para petani kopi. Yang lebih penting adalah bagaimana tidak ada sedikitpun dari limbah kopi yang terbuang, hampir semuanya termanfaatkan dan inilah salah satu alasan bapak presiden mengundang kopi kintamani masuk istana” kata Made Gianyar.

Tinggalkan Komentar...