Kunjungan di Museum Semarajaya, Klungkung Mulai Meningkat, Tercatat 10 Ribu Lebih Wisatawan Telah Berkunjung

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat meninjau Museum Semarajaya, Kabupaten Klungkung
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta saat meninjau Museum Semarajaya, Kabupaten Klungkung

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Kunjungan wisatawan ke museum yang ada di kawasan Kertha Gosa, Kabupaten Klungkung ini menunjukkan tren peningkatan.

Dimana, sampai saat ini sebanyak 10.423 wisman dan 1.551 wisatawan nusantara telah berkunjung ke Museum Semarajaya terhitung mulai 1 Januari hingga 26 September 2022.

“Kunjungannya melonjak luar biasa, dari wisatawan domestik maupun mancanegara sejak awal tahun 2022 ini, bila dibandingkan saat awal-awal dibuka kembali akibat pandemi Covid-19 itu,” ujar Kepala UPTD Museum Semarajaya, Cokorda Gede Nala Rukmaja, Selasa (4/10/2022).

Cokorda Nala mengatakan Museum Semarajaya di Kota Semarapura ini mulai dibuka pasca Pandemi pada awal 2021 lalu. Tiga bulan sejak dibuka pasca pandemi, kunjungan wisatawan masih lenggang.

Baca Juga :  Bupati Suwirta Tekankan Wisudawan Grandiozza International Hospitality untuk Bergerak Meraih Mimpi

Namun memasuki awal tahun 2022, kunjungan ke museum yang berlokasi di kawasan Kertha Gosa ini meningkat drastis.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata Kabupaten Klungkung mencatat ada sebanyak 10.423 kunjungan wisman dan 1.551 kunjungan wisatawan nusantara ke kawasan objek wisata Kertha Gosa yang di dalamnya termasuk museum Semarajaya mulai 1 Januari hingga 26 September 2022.

“Kalau wisatawan berkunjung ke Kertha Gosa pasti berkunjung juga ke Museum Semarajaya juga, karena satu kawasan. Lumayanlah perkembangannya,” katanya.

Museum Semarajaya merupakan museum yang sudah diresmikan sejak tahun 1994 silam. Museum ini menyimpan berbagai peninggalan asli Klungkung dari zaman prasejarah, masa kerajaan, hingga menyimpan hasil kebudayaan di Klungkung.

Baca Juga :  Cabor Muaythai Klungkung Sukses Raih Juara Umum di Ajang Porprov Bali 2022

Kedepan pihak museum juga berencana akan berkoorinasi dengan pihak dinas pendidikan, untuk nantinya ada kunjungan siswa ke Museum Semarajaya.

Selain untuk memaksimalkan peran museum sebagai media edukasi, juga untuk mendukung kurikulum merdeka belajar.

 

“Tidak hanya belajar di seikolah, belajar juga di museum. Sambil mengenal sejarah, dan koleksi yang ada di museum,” tandasnya.

Sementara itu, Museum Semarajaya belum lama ini ditetapkan sebagai museum type A, dari sebelumnya Museum Semarajaya masih type C.

Dengan naik ke type A, pemkab dituntut melengkapi beberapa hal yang masih menjadi persoalan dalan pengeloaan Museum Semarajaya. Misalnya masalah sumber daya manusia (SDM) yang masih terbbatas untuk mengelola museum ini.

Baca Juga :  Rekonstruksi Pembunuhan Anggota Baharkam Polri di Mapolresta Denpasar

Penulis: Roni

Editor: Budiarta