Rabu, Oktober 21, 2020
Beranda Bali Denpasar Kunjungan Wisman Pengaruhi Ekonomi Bali Alami Kontraksi

Kunjungan Wisman Pengaruhi Ekonomi Bali Alami Kontraksi

DENPASAR, balipuspanews.com – Kunjungan wisatawan mancanegara yang tumbuh negatif (-99,97%, yoy) pada triwulan laporan. Hal ini sejalan dengan penutupan penerbangan internasional dari dan ke Bali dalam antisipasi penyebaran Covid-19.

Kinerja lapangan usaha tersebut juga dipengaruhi oleh kebijakan antisipasi dan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19.

Seperti yang diperkirakan semula, ekonomi Bali pada triwulan II 2020 kembali mengalami kontraksi yang lebih dalam dibanding triwulan sebelumnya.

Menurut perhitungan Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, dampak Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) terhadap perekonomian Bali pada triwulan II 2020 sangat besar, yaitu -10,98% (yoy), jauh lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh -1,14% (yoy).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Trisno Nugroho, Rabu (5/7), mengatakan, kontraksi ekonomi di Bali ini paling dalam jika dibandingkan dengan seluruh provinsi di Indonesia dan jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan nasional, yaitu -5,32% (yoy).

Dari sisi lapangan usaha, sebagian besar lapangan usaha utama tumbuh negatif, hanya 3 lapangan usaha yang tumbuh positif, yaitu informasi/komunikasi, jasa kesehatan, dan real estate.

Dilain sisi, sektor transportasi dan penyediaan akomodasi makan dan minum juga mengalami kontraksi sebesar -39,48% dan -33,10%. Kedua sektor ini sangat erat hubungannya dengan pariwisata dimana menjadi tulang punggung perekonomian Bali (sekitar 58% ekonomi Bali tergantung pada pariwisata).

Selai itu, menurunnya kebutuhan listrik, terutama di hotel-hotel, di masa pandemi ini juga yang menyebabkan sektor listrik, gas, dan air tumbuh -21,04%.

Dari sisi permintaan, lanjut Trisno, semua komponen pengeluaran tumbuh negatif dengan kontraksi terdalam pada komponen ekspor luar negeri (-93.02%, yoy). Kinerja ekspor luar negeri yang kontraksi disebabkan oleh penurunan kunjungan wisatawan mancanegara.

Selain itu, kinerja konsumsi rumah tangga dan investasi juga tercatat kontraksi, masing-masing -3.57% dan -15,48%. Kinerja impor juga terkontraksi sebesar -89.68% seiring dengan tertahannya kinerja pariwisata sehingga menurunkan permintaan bahan makanan impor serta adanya tekanan pelemahan nilai tukar rupiah.

Trisno memperkirakan kondisi ekonomi pada triwulan III 2020 akan membaik seiring strategi pemulihan tatanan ekonomi Bali melalui penerapan tatanan kehidupan baru pada sektor pariwisata (program Clean Healthy Safety and Environment Sustainability.

Pemulihan wisatawan domestik diperkirakan akan berjalan lebih awal dibandingkan dengan pemulihan wisatawan mancanegara. Hal ini terkonfirmasi dari leading indicator jumlah kedatangan penumpang domestik di bandara internasional I Gusti Ngurah Rai yang tercatat sebesar 35.934 orang pada Juli 2020, atau tumbuh 468,94% (mtm).

Optimisme pemulihan ini juga terkonfirmasi dari pengolahan big data google trends yang mencerminkan bahwa minat wisdom dan wisman ke Bali sangat besar, dimana pencarian travel di Bali tercatat lebih tinggi dibandingkan provinsi lainnya di Indonesia maupun destinasi wisata lainnya di kawasan Asia.

“Peluang ini harus dioptimalkan, dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat, sehingga pemulihan aspek ekonomi dan kesehatan dapat berjalan secara pararel,” pungkasnya.

Penulis/Editor : Budiarta/Oka Suryawan

- Advertisement -

Kakek Gantung Diri di Gubuk Ditemukan Oleh Cucunya

ABIANSEMAL, balipuspanews.com -Seorang cucu, Putu Darmiati, 23, tidak menyangka menemukan kakeknya, Ketut Sumerta, 65, tewas gantung diri di gubuk sawah di Pondok Subak Munduk...

Kasus Dugaan Pemerkosaan Pelajar, Diduga Terjadi di Lima Tempat Berbeda Oleh 10 Pelaku

BULELENG, balipuspanews.com - Penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak dibawah umur terus berlanjut. Kasus yang korbannya dibawah umur ini dari hasil penyelidikan sementara...
Member of