Kunjungi IKM Bali Bangkit, Komisi II DPRD Banten: Perlu Belajar Pembinaan dengan Dekranasda 

Kunjungan Komisi II DPRD Banten ke IKM Bali Bangkit, di Taman Budaya Art Center, Jumat (30/9/2022)
Kunjungan Komisi II DPRD Banten ke IKM Bali Bangkit, di Taman Budaya Art Center, Jumat (30/9/2022)

DENPASAR, balipuspanews.com – IKM Bali Bangkit kembali kedatangan tamu dari luar Bali, setelah sebelumnya deretan pejabat tinggi Negara pernah mengu jungi Pameran yang bermarkas di di Taman Budaya Denpasar.

Kali ini gikiran Komisi II DPRD Provinsi Banten berkunjung ke Pameran IKM Bali Bangkit yang berlangsung, pada Jumat (30/9/2022). Kedatangan dua orang anggota Komisi II DPRD Banten yaitu Desy Yusandi dan Ida Hamidah.

Dipandu langsung oleh Ny. Putri Koster, keduanya nampak antusias melihat berbagai produk kerajinan khas Bali yang dipamerkan. Anggota Komisi II DPRD Banten Desy Yusandi menyampaikan bahwa kunjungan ini dimaksudkan untuk mengetahui upaya pembinaan perajin yang dilaksanakan Dekranasda Bali.

Baca Juga :  Airlangga Gaungkan Politik untuk Kesejahteraan serta Lawan Politik Uang, Benahi 4 Faktor Ini

Setelah menyaksikan langsung Pameran IKM Bali Bangkit dan mendengar penjelasan Ny. Putri Koster, Desy Yusandi mengungkapkan rasa salut. Ia menilai, apa yang dilaksanakan Dekranasda Bali merupakan terobosan yang luar biasa.

“Banten perlu banyak belajar dari Dekranasda Bali dalam pembinaan perajin,” ungkapnya.

Sementara itu, Ny. Putri Koster, mengatakan, program pembinaan perajin yang dilaksanakannya mendapat dukungan penuh dari Pemprov Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster.

Dukungan itu diaktualisasikan dalam sejumlah regulasi antara lain Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2021 Tentang Penggunaan Kain Tenun Endek/Kain Tenun Tradisional Bali.

Edaran ini mewajibkan pegawai menggunakan busana berbahan endek atau tenun tradisional lainnya setiap hari Selasa. Menurutnya, pemberlakuan edaran ini memberi dampak signifikan pada omzet penjualan kain tenun tradisional Bali.

Baca Juga :  Tim Gabungan BNNP dan Bea Cukai Ungkap 10 Kg Ganja Kering Asal Medan

Selain itu, ada pula Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali. Menurutnya, ini merupakan salah satu upaya mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif. Ditambahkan olehnya, Pergub ini mendorong bermunculannya berbagai merk minuman fermentasi dan destilasi khas Bali.

Selanjutnya, Ia lantas menunjukkan berbagai produk minuman fermentasi dan destilasi khas Bali yang dipamerkan di IKM Bali Bangkit. Menurut Putri Koster, Provinsi Banten bisa meniru Bali terkait kelengkapan payung hukum dalam mendorong kemajuan industri kerajinan tradisional setempat.

Pada kesempatan itu, Ny. Putri Koster juga menjelaskan tujuan penyelenggaraan Pameran IKM Bali Bangkit. Selain memberi wadah bagi perajin untuk memasarkan produk yang mereka hasilkan, pameran juga dimaksudkan sebagai tempat pembinaan.

Baca Juga :  Penentuan Capres KIB Berpengaruh pada Dinamika Peta Politik Nasional

Pembinaan diarahkan pada kesadaran untuk bersama-sama melestarikan produk khas Bali seperti kain tenun endek dan songket serta kerajinan perak. Lebih dari itu, Dekranasda Bali juga melakukan pembinaan dalam penjualan produk.

“Kami di sini mengusung tagline barang berkualitas dengan harga pantas,” ungkapnya.

Pihaknya selalu mengingatkan pelaku IKM dan UMKM agar tak mematok keuntungan yang terlalu tinggi hingga mencekik konsumen.

Penulis: Budiarta

Editor: Oka Suryawan