Kunjungi Posko Pengungsian, GPS Berikan Pemahaman

GPS Beri Pemahaman para Pengungsi
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com –Anggota Dewan Perwakilan Daerah Dapil Bali Gede Pasek Suardika mengunjungi posko-posko pengungsian yang tersebar dibeberapa wilayah Klungkung dan Karangasem untuk mendampingi dan menyerap aspirasi warga pengungsi.

“kita berikan pemahaman bagaimana mengungsi, sebagian kita kasi gambaran peta yang diberikan oleh vulkanologi, itu yang kita jelaskan kemasyarakat, kalo mengungsi jangan menuju ke jalur merah dipeta,” ujar Pasek Suardika saat dikonfirmasi.

Menurutnya, selama ini yang lupa kita lakukan adalah mendirikan posko tanggap bencana, sehingga akibatnya seperti saat ini kebanyakan masyarakat merasa kebingungan dan panik akan pergi kemana saat terjadi bencana sepertiini. Secara tidak lansung hal tersebut lah yang membuat warga panic. “Ketika kepanikan terjadi tentu akan menimbulkan masalah baru,” ungkapnya.

Diakui Suardika, dari sekian posko yang ia datangi, jumlah pengungsi paling banyak menurutnya  ada di Desa Nongan yang mencapai lebih dari 6000 jiwa. Namun saat ini kebanyakan sudah memilih untuk ngungsi ke daerah Bangli dan Klungkung dengan alasan keamanan.

Sementara itu, sempat ditanya terkait desas-desus dari kemunculan magma di areal Gunung Agung, berdasarkan pantauannya dariwilayah Rendang, bahwa belum terlihat hal sejenis dari arah tersebut, “ya dari sini tidak ada kelihatan, tetapi kalo di wilayah baliknya saya tidak yau,” ujarnya.

Selain itu, dirinya juga mengakui dari sekian posko yang ia datangi,  jumlah pengungsi  di posko Desa Nongan lah yang paling terbanyak mencapai 6000 jiwa lebih. Sebelum ditetapkannya setatus menjadi Awas, Pasek sendiri mengaku sudah berada di Kabupaten Karangasem bahkan sempat mersakan gempa yang cukup keras.

Tinggalkan Komentar...