14/08/2020, 11:07 AM
Beranda Bali Karangasem Kunker dengan IBI Karangasem, Sudirta Nilai Disiplin Protokol Kesehatan Penting untuk Ringankan...

Kunker dengan IBI Karangasem, Sudirta Nilai Disiplin Protokol Kesehatan Penting untuk Ringankan Tugas Tenaga Medis

KARANGASEM, balipuspanews.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dari daerah pemilihan Bali, I Wayan Sudirta meminta semua pihak disiplin menjalankan protokol kesehatan agar pandemi Covid-19 bisa ditanggulangi dengan cepat dan dengan cara yang maksimal.

Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (2/8/2020), politisi dari PDI Perjuangan ini mengaku dari hasil kunjungan kerja reses dengan para tenaga Kesehatan anggota Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bali di Karangasem, pada Kamis (30/7/2020), ia mendapati di seluruh Bali ada sekitar 19 bidan sudah sembuh setelah positif terpapar virus corona saat menjalankan tugas.

“Saya mendapatkan laporan dari Bu Putu Ketua IBI Bali, bahwa di seluruh Bali ada sekitar 19 bidan sudah sembuh karena terpapar COVID-19 ketika bertugas, mereka beruntung sembuh semua termasuk saya beruntung bertemu dengan mereka, khususnya di Karangasem sebanyak empat orang,” kata Sudirta yang juga Wakil Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklatpus) DPP PDI Perjuangan.

Keempat bidan dimaksud yakni Ni nyoman Sri Febriani (RSUD Karangasem) karantina di Hotel Ramada Sunset Road (5 hari), Luh gde Pandeasih (RSUD Karangasem) karantina di Hotel Ramada Sunset Road (6 hari), Ni Made Ary Yuniandari (PKM Abang 1) dirawat di RSUD Karangasem (20 hari) dan Ni Kadek Lina Setia Dewi (Klinik Kubu Husada) karantina di Hotel Grand Mega (15 hari).

Sudirta yang kini duduk di Komisi III (Komisi yang membidangi masalah Hukum) DPR RI mengaku terharu dengan tugas dan tanggungjawab bidan maupun tenaga kesehatan yang berjibaku menanggulangi Covid-19 yang hingga kini belum ditemukan vaksin untuk pencegahannya.

“Karena telah berjuang mempertaruhkan nyawanya untuk menyelamatkan pasien,” sebut Sudirta lirih.

Untuk itu, Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini mengatakan untuk meringankan beban hidup para bidan tersebut, ia menyisihkan gajinya sebagai wakil rakyat di tingkat pusat berupa tali kasih sebagai bentuk kepedulian antar sesama. Meski jumlahnya kecil namun untuk mewujudkan kegotongroyongan hal itu dinilai baik.

“Bung Karno mengajarkan kehidupan bergotong – royong, juga Ketua umum kami Ibu Megawati Soekarnoputri yang mengharapkan agar kami selalu dekat dengan rakyat,” ucap Sudirta.

Ke depan, ia berharap semua pihak lebih peduli dan bertangungjawab terhadap tenaga medis yang merupakan garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19.

“Petugas kesehatan janganlah hanya didorong bertugas saja dengan mempertaruhkan nyawa dan keselamatan keluarganya tanpa mendapatkan perhatian yang memadai,” imbuhnya.

Para petugas kesehatan, termasuk bidan dinilai sungguh-sungguh telah terbukti mempertaruhkan nyawa maupun meninggalkan keluarga, untuk melayani pasien. Sudirta menilai para petugas kesehatan termasuk bidan pantas disebut pahlawan sejati, karena di masa pandemi Covid-19 ini bertugas mempertaruhkan nyawa, bahkan di antaranya sakit karena terpapar virus pasien yang dirawatnya.

Bagi yang beruntung seperti keempat bidan tersebut bisa sehat kembali. Sementara di tempat lain banyak dokter dan para medis gugur dalam menjalankan tugas merawat pasien corona

“Hargai mereka para petugas medis, dengan tidak mengabaikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah,” ajak Sudirta.

Sementara itu, Ketua PD IBI Bali Luh Putu Sukarini mengaku terharu dan bangga atas kepedulian Anggota DPR Sudirta turun ke desa mengunjungi bidan yang terpapar COVID-19.

“Selama ini menurut pengetahuan kami memang belum ada perhatian yang memadai terhadap keempat bidan tersebut dari pihak manapun,” ungkap Sukarini.

Ia mengungkapkan pada satu kesempatan dalam acara webinar, Sudirta menanyakan bagaimana keadaan para bidan kepadanya. Hal itu dinilainya sebagai bagian kecil dari kepedulian seorang wakil rakyat bahkan dari tingkat pusat.

Untuk itu, pihaknya merasa bersyukur dan menyampaikan terima kasih kepada Sudirta atas perhatian terhadap profesi bidan yang merupakan salah satu garda terdepan dalam pandemi.

“Kita diharapkan selalu bekerja dengan jujur dan berkarakter yang baik dalam menjalankan tugas serta dapat membangun kebersamaan dan solidaritas anggota IBI, ” ujar Sukarini.

Sementara itu, PK IBI Karangasem Ni Wayan Ekawati menambahkan, pihaknya mendapatkan suatu kehormatan tenaga kesehatan dikunjungi anggota DPR Sudirta dan Ketua IBI Bali Ni Luh Putu Sukarini di sekretariat IBI Karangasem.

“Saya merasa bangga dan terharu bisa bertatap muka Bapak Sudirta dengan para bidan sebagai bentuk perhatian yang luar biasa,” ujar Ekawati.

Bidan Ary Yuniandari mengharapkan masyarakat tidak memberi stigma negatif para penderita-penderita COVID-19, termasuk kepada dirinya dan tiga rekannya. Meskipun dirinya sudah sembuh melalui mekanisme dan protokol kesehatan yang ada.

Namun masyarakat lingkungan kerja dan tempat tinggalnya terkadang memberlakukan kurang bersahabat dan takut mendekat, karena pernah terpapar COVID-19.

“Saya masih merasa terpojok, seperti pembawa penyakit permanen dan mematikan padahal sudah sembuh, sejatinya tak seorang pun ingin terkena COVID-19,” ungkap Ary Yuniandari sambil menangis meneteskan air mata, terharu.

Penulis/Editor : Hardianto/Oka Suryawan

Menghilang dari Rumah, Korban Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

GIANYAR, balipuspanews.com - Sempat hilang dari rumah, Ni Ketut Dani,49, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Subak Sudimara, Lingkungan Sema, Kelurahan Bitera,...

Status Tersangka, Ribuan Orang Tanda-tangan Petisi Bebaskan Jerinx SID yang Ditahan di Polda Bali

DENPASAR, balipuspanews.com - Penahanan pengebuk drum Superman Is Dead Gede Ari Astina alias Jetinx SID di Polda Bali menggoncangkan dunia maya. Ribuan orang menandatangi...