Kurangi Risiko Bencana Alam, Menko PMK Adakan Penanaman 10 Juta Pohon

Penanaman pohon mangrove di Kawasan Pantai Merta Sari bersama anak-anak SMP PGRI 3 Denpasar
Penanaman pohon mangrove di Kawasan Pantai Merta Sari bersama anak-anak SMP PGRI 3 Denpasar

DENPASAR, balipuspanews.com – Pemerintah Pusat mendorong berbagai upaya dalam rangka pengurangan risiko bencana sejalan dengan upaya pengendalian perubahan iklim yang terjadi dewasa ini.

Menariknya aksi ini melibatkan anak-anak dengan cara menghadirkan dalam aksi nyata penanaman 10 juta pohon dimana aksi ini sebagai bentuk menanamkan sejak dini kepada anak-anak terhadap kecintaan terhadap alam.

Karenanya, mereka yang akan menerima manfaatnya di masa depan. Mereka juga akan melanjutkan upaya pengurangan resiko bencana dan perubahan iklim pada generasi penerusnya kelak.

“Kami mendorong keterlibatan aktif semua kalangan untuk memberikan edukasi pengurangan resiko bencana dan perubahan iklim untuk dimulai sejak dini. Untuk kita sekarang, dan untuk mereka di masa depan,” demikian disampaikan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy pada launching penanaman 10 juta pohon di Denpasar, Selasa (24/5/2022) secara daring.

Baca Juga :  Dua Mahasiswa Jadi Korban Tabrak Lari, Polisi Kejar Pengendara Mobil Feroza

Kata Menko, penanaman 10 juta pohon sebagai aksi nyata revolusi mental dalam rangkaian kegiatan The Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR). Indonesia mendukung penyelenggaraan GPDRR 2022 sebagai sustainable event melalui penerapan strategi komunikasi dan aksi dalam pengurangan risiko bencana.

Mendukung implementasi kerangka sendi untuk pengurangan risiko bencana dan Paris Agreement. Aksi ini dilaksanakan di 34 provinsi di seluruh Indonesia. Melibatkan seluruh unsur masyarakat.

Adapun secara simbolis dilakukan di lingkungan SMP PGRI Denpasar 3
melalui penanaman pohon buah diikuti secara serentak oleh sekolah, perguruan tinggi, perwakilan pemerintah daerah dan berbagai organisasi masyarakat lain.

“Pemilihan sekolah sebagai lokasi launching adalah untuk menyampaikan pesan kepada anak didik dan kita semua untuk belajar integritas melalui tanggung jawab memastikan pohon dapat tumbuh dengan baik. Etos kerja melalui konsistensi memberi asupan, merawat, menyayangi pohon.

Baca Juga :  Gubernur Wayan Koster Sampaikan Energi Bersih di Forum CASE for Southeast Asia

Dan bergotong royong dengan orang sekitar untuk turut menjaga pertumbuhan pohon agar dapat tumbuh maksimal, menghasilkan, dan manfaatnya bisa dirasakan oleh banyak pihak,” jelasnya.

Aksi ini, sambung Menko, juga untuk mendorong etos kerja, gotong royong, dan integritas masyarakat, menciptakan budaya menanam pohon sebagai kebutuhan dan gaya hidup baru.

Menurut Muhadjir, beberapa tahun terakhir, kejadian bencana di Indonesia didominasi oleh bencana hidrometeorologi. Dengan demikian, melalui aksi penanaman pohon buah dan mangrove pada GPDRR 2022 pagi hari ini dapat mendorong komitmen Ketahanan Berkelanjutan dalam pengurangan risiko bencana dan perubahan iklim untuk dapat dikembangkan pada masyarakat pada tingkat global.

Maka target jangka panjang aksi ini diharapkan dapat membantu mengatasi meningkatnya intensitas bencana alam khususnya tanah longsor dan banjir yang melanda pada sejumlah wilayah di Indonesia.

Baca Juga :  Bawa Cairan Ganja, Guru Asal Amerika Diamankan

“Dengan demikian, pemerintah bersama dengan masyarakat menunjukkan komitmen besar dalam menangani isu perubahan iklim secara komprehensif,” pungkasnya.

Penulis: Budiarta
Editor: Oka Suryawan