Lab PCR di RSUD Wangaya Dipelaspas Besok, Mampu Uji 90 Spesimen Pershift

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai

DENPASAR, balipuspanews.com – Lab PCR di RSUD Wangaya, Denpasar akan dipelaspas pada Kamis (22/10/2020) besok.

Adapun alat dari tes PCR ini merupakan bantuan dari Provinsi Bali, dengan memanfaatkan salah satu ruang VIP di RSUD Wangaya.

Disebutkan oleh Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai untuk tahap awal pembukaan lab PCR ini, pihaknya menyiagakan 5 tenaga medis.

Diantaranya terdiri atas 1 orang dokter spesialis patologi dan 4 orang analis.

“Tahap awal kami siapkan 4 analis dan  1 orang dokter Spesialis Patologi,” ujar Dewa Rai, Rabu (21/10/2020).

Kemudian, pada 23 Oktober 2020, Dinas Provinsi Bali akan datang ke lokasi untuk melakukan peninjauan.

Nantinya jika semua persiapan dinilai sudah lengkap, maka alatnya akan langsung dipasang.

“Kami harap secepatnya bisa beroperasi. Setelah adanya visitasi atau peninjauan ini alat langsung dipasang dan bisa difungsikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Dewa Rai menyebutkan, dalam satu shiftnya, lab PCR ini mampu menguji sebanyak 90 spesimen atau sampel.

Dimana, dalam sehari rencananya akan dibuka dua sampai tiga shift pengujian spesimen.

Sementara untuk hasil tesnya per shift ini akan keluar kurang lebih 3 jam.

Dengan demikian proses pencegahan dan pemutusan penyebaran Covid-19 bisa berjalan lebih maksimal.

Karena menurutnya, selama ini yang menjadi kendala yakni waktu tunggu keluarnya hasil swab.

“Dengan adanya lab ini akan lebih mempercepat proses dan kami bisa melakukan penanganan Covid-19 lebih bagus. Karena durasi keluarnya hasil tes sangat memengaruhi penangan Covid-19,” jelasnya.

Dewa Rai menambahkan, dengan adanya lab PCR di RSUD Wangaya ini, akan mempercepat proses keluarnya hasil.

Menjurus dengan itu juga tentu akan mempercepat dan memperluas cakupan tracking jika terjadi kasus positif Covid-19.

Selama ini, imbuhnya, untuk pengujian, sampel harus dikirim terlebih dahulu ke RSUP Sanglah, RSBM, RSPTN Unud, maupun ke Warmadewa.

Dan hasilnya pun keluar setelah 3 hari proses pengujian bahkan lebih dikarenakan masih menunggu antrian. Sehingga hal ini memakan banyak waktu.

Penulis/ Editor : Tim Liputan Covid