Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Singaraja, balipuspanews.com — Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, kembali mengamankan seorang Warga Negara Asing (WNA) di Pos Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, pada Minggu (7/10) lalu.

Perempuan berkebangsaan Uganda, belakangan diketahui bernama Susan Namalwa (28), diamankan lantaran tidak bisa menunjukkan surat kelengkapan (Paspor).

Alhasil, Susan langsung digiring menuju Pos Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Gilimanuk, sebelum akhirnya menjalani pemeriksaan lanjutan di kantor Imigrasi Singaraja.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja, Ngurah Mas Wijaya membenarkan, pihaknya saat ini mengamankan seorang wanita berkebangsaan Uganda.

Ngurah Mas menuturkan, kronologi bermula saat melaksanakan kegiatan pengawasan dan pengamanan IMF-WB, petugas imigrasi menerima laporan dari seorang kondektur bus bahwa ada seorang penumpang diduga warga negara asing bertahan didalam bus.

Nah, berdasarkan laporan itu, pihaknya pun langsung bergegas melakukan pengecekan.

“Mungkin merasa bersalah atau gimana, perempuan asal Uganda itu memilih bertahan didalam bus, tidak mau turun untuk menjalani pemeriksaan. Bus itu datang dari Jawa menuju Denpasar,” kata Ngurah Mas ditemui di ruang kerjanya, Selasa (9/10) sore.

Kemudian, ketika petugas imigrasi naik keatas bus, perempuan Uganda itupun nampak gusar saat didekati oleh petugas.

Masih kata Ngurah Mas, petugas imigrasi berusaha meminta kelengkapan dokumen keimigrasian WNA itu, namun kepada petugas perempuan Uganda berusaha berkilah dengan alasan paspor miliknya dipegang oleh seorang agen di Jakarta.

Membuat petugas semakin curiga, WNA itu malah mengaku tidak mengetahui nama serta nomor telepon agen tersebut.

“WNA Uganda (Susan) sempat meyakinkan petugas kami, dengan menunjukkan foto dan telex visa di handphone miliknya. Karena tidak bisa menunjukkan paspor, terpaksa kami amankan untuk menjalani pemeriksaan di Pos Imigrasi Pelabuhan Gilimanuk,” ungkapnya.

Setelah menjalani pemeriksaan di pos Gilimanuk, petugas menyimpulkan bahwa WNA diduga melakukan tindak pidana keimigrasian pasal 71 jo pal 116 UU No.6 tahun 2011 tentang Keimigrasian.

“Petugas pos imigrasi Gilimanuk selanjutnya melaporkan kepada Kasi Wasdakim, dan WNA saat ini berada di kantor Imigrasi Singaraja. Dia (Susan) janji akan menunjukkan paspor aslinya kepada kami. Ya, saat ini kami amankan dulu, sampai dia bisa menunjukkan paspor aslinya itu,” tutupnya.

Sekedar diketahui, mendukung jalannya penyelenggaraan annual meeting Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia (WB) yang akan berlangsung di Bali pada 8 hingga 14 Oktober Oktober 2018, pihak Imigrasi Singaraja menempatkan 4 unit tim, dimana setiap unit beranggotakan 4 petugas itu, bekerja secara bergantian selama 12 jam melakukan pengawasan di Pos Pemeriksaan Imigrasi Pelabuhan Gilimanuk.

Tinggalkan Komentar...