Lagi, Pendaki Tersesat di Gunung Adeng

Keterangan foto: rombongan pendaki yang tersesat di Pucak Adeng saat ditemukan tim penolong
Keterangan foto: rombongan pendaki yang tersesat di Pucak Adeng saat ditemukan tim penolong

TABANAN, balipuspanews.com – Belum genap seminggu mahasiswa yang mendaki di Bukit puncak Adeng , Banjar Munduk Lumbang, Desa Angsri, Kecamatan Baruriti, Tabanan, tersesat pada Minggu (6/9) dan dan ditemukan keesokan harinya atau pada (7/9), kini ada lagi rombongan pendaki yang tersesat saat mendaki gunung tersebut.

Sebuah rombongan pendaki yang rata rata mahasiswa ini berjumlah 8 orang. Mereka melakukan pendakian di Bukit Adeng pada Selasa (8/9) siang hari. Ketika menuruni gunung tersebut rombongan pendaki salah arah. Sehingga sampai tengah malam belum juga menemukan perkampungan.

Atas kejadian tersebut, salah satu peserta rombongan Gusti Agung Paramita Dewi (20) yang beralamat di Denpasar menghubungi Polsek Baruriti dan BPBD Kabupaten Tabanan. Selanjutnya Polsek Baruriti melaporkan ke Polres Tabanan dan SAR Polda Bali serta Basarnas Bali.

Anggota Polsek Baruriti dipimpin Waka Polsek Baruriti AKP. I Nyoman Nama, SH, Tim SAR Polda Bali Sie Pammat Dit Samapta dipimpin Kanit II Sie Pammat Dit Samapta Iptu Moh Edyk Hariyanto dan 10 orang tim Basarnas yang dipimpin Wirajaya, bersama dengan Koramil Baruriti dan masyarakat Banjar Munduk Lumbang melakukan pencarian. Hingga akhirnya kedelapan mahasiswa yang tersesat tersebut ditemukan di bagian zone timur Bukit puncak Adeng pada Rabu (9/9) sekitar pukul 05.00 WITA.

Kedelapan anggota rombongan pendaki itu akhirnya dikembalikan kepada keluarganya dalam keadaan selamat.

Adapun kedelapan mahasiswa tersesat tersebut adalah Gita Dewi alamat Panjer Denpasar, Merry (Denpasar), William (Nusa Dua, Badung), Wayan Oka Semara Jaya (Nusa Dua, Badung), Adhe Sugandhi (Renon,Denpasar), Putu Kostarika Melia (Jl. Kubu Anyar), Ni Putu Mirah Kardila Dewi (Jalan Raya Mas Ubud) dan Maharani (Baturiti,Tabanan)

Iptu Edyk Hariyanto mengatakan, kedelapan pendaki tersebut telah dikembalikan kepada keluarganya. Iapun meminta, agar warga senantiasa waspada saat mendaki gunung atau bukit yang medannya belum diketahui.

“Bila perlu agar mengajak pemandu dan lengkap dengan peralatan pendakian,” tutupnya.

 

Penulis: Ngurah Arthadana